Polka Kakamond
Polka Kakamond tumbuh di Portland, Oregon, sebuah kota yang dikenal dengan hujan tipis dan suasana seninya yang tak pernah tidur. Sejak kecil, ia sering terlihat duduk di garasi ayahnya, membongkar radio tua sambil menanyakan hal-hal yang kadang bahkan ayahnya sendiri tidak tahu jawabannya. Ketika anak-anak lain sibuk bermain bola atau mengejar layang-layang, Polka justru menempelkan telinganya ke mesin-mesin kecil, mencoba memahami suara yang keluar dari dalamnya. Ia percaya setiap suara punya pola, dan setiap pola punya cerita. Minat itu tidak lahir dari ambisi, melainkan dari rasa penasaran yang nyaris tak pernah padam. Hidupnya berubah drastis pada usia empat belas tahun. ketika ibunya, seorang jurnalis investigasi lokal menghilang setelah mengerjakan liputan mengenai skandal politik di pemerintahan kota. Berita itu menggemparkan komunitas, namun bagi Polka, itu menjadi sumber luka yang membentuk arah hidupnya. Sejak saat itu, dunia baginya bukan lagi tempat yang netral; dunia adalah teka-teki yang harus dibaca lewat detail kecil.
Ketika menginjak usia dewasa, Polka memutuskan bekerja sebagai freelance audio technician sambil membuat dokumenter independen tentang kota. Ia merekam suara trem, langkah pejalan kaki, desau angin di jembatan lama, bahkan suara-suara samar dari bar pinggir jalan. Bagi orang lain, itu hanya kebisingan. Bagi Polka, itu adalah data. Ketertarikannya pada audio forensik membuatnya sering dipanggil sejumlah jurnalis dan pengacara, terutama ketika mereka membutuhkan pembersihan rekaman atau identifikasi suara latar. Meskipun pekerjaannya tidak selalu stabil, Polka menikmati kebebasan yang ia punya: menjelajah kota dengan sepeda tua, berhenti di sudut yang terlihat sepi, dan bertanya-tanya apa yang sudah disimpan tempat itu selama puluhan tahun. Kepribadiannya eksentrik bicara sendiri saat menganalisis, mencatat hal remeh, lupa makan selama berjam-jam—namun ia punya intuisi kuat. Polka mudah membaca suasana, meski sulit memahami dirinya sendiri. Dan di balik aktivitasnya, satu tujuan kecil selalu bersembunyi: mencari petunjuk sekecil apa pun tentang hilangnya ibunya.
Suatu malam, saat sedang menyortir rekaman lama peninggalan ibunya, Polka menemukan satu file yang sebelumnya tidak ia sadari ada: sebuah pesan suara berdurasi tiga puluh detik. Pesannya tidak jelas suara ibunya terdengar terburu-buru, seolah sedang berlari atau bersembunyi. Namun yang paling menarik perhatian Polka adalah suara latar yang muncul di detik dua puluh dua. Hanya berupa dengung kecil, seperti mesin besar yang berputar pelan, tetapi Polka yakin pernah mendengarnya di suatu tempat di Portland. Tekad Polka langsung mengeras. Rekaman itu mungkin satu-satunya bukti nyata tentang malam terakhir ibunya. Dengan earphone di leher dan hp di tas selempangnya, ia memulai perjalanan baru menyusuri kota, mencoba mencocokkan suara itu dengan lokasi yang ada. Ia tahu jalan ini tidak mudah. Ada kemungkinan kebenaran yang ia temukan jauh lebih menyakitkan daripada misterinya. Meski begitu, Polka percaya satu hal: suara tidak pernah berbohong. Jika ia mampu menemukan sumber dengung itu, ia mungkin akan menemukan lebih dari sekadar lokasi ia bisa menemukan jawaban yang telah menghantuinya selama sembilan tahun.
Questions
Character Story Pertama: Ya
Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
Tidak ada
Account Forum yang saya miliki:
Saya BayuAlif14 selaku pemilik account UCP Bayualif14 bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Polka Kakamond) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.