Camo Rotama
Camo Rotama
Camo Rotama, yang akrab di panggil Camo, ia pemuda dari Jepang, anak tunggal dari keluarga yang di bisa dibilang menyedihkan, ibunya bekerja sebagai petani di kebun orang, ayahnya entah dimana dia meninggalkan Camo dan Ibunya sejak lama dan tak bertanggung jawab menafkahi mereka. Sejak kecil Camo berbeda dengan teman seusianya, dalam menempuh pendidikan ia hanyak sampai pada kelas 4 SD, di karenakan susahnya ekonomi yang ia alami. Sejak umur 10 tahun tepatnya setelah ia keluar dari kelas 4 SD ia sdah membantu ibunya berkerja, pekerja apapun ia jalani, bermodalkan gerobak buatanya sendiri ia sering menjadi pemulung, ia mengumpulkan banyak barang-barang bekas untuk ia jual. Bertahun-tahun hal itu dia jalani sehingga itu meringankan beban orang tuanya dan bahkan bisa membantu ibunya. Menginjak usia 19 tahun, Camo tumbuh menjadi pemuda yang gagah badanya bagus karena terlatih bekerja sejak ia sangat kecil, kebiasanya mengembara di jalanan kota membuatya dikenal oleh banyak orang, dari orang bisa hingga orang-orang yang berkuasa.
Sungguh malang nasib Camo, di malam hari tepat usia nya akan menginjak 20 tahun, ibunya menghembuskan nafas terakhir, ibunya merahasiakn penyakitnya yang ia derita sejak Camo berumur 11 tahun. Camo sekarang hidup sebatang kara, ibunya adalah satu-satunya orang yang ada di hidupnya. Kesedihan itu membuat Camo kehilangan makna hidupnya, usahanya, kegiatanya, tujuanya, semuanya hanya lakukan untuk ibunya. Bahkan di hari meninggal ibunya tak ada satupun orang yang datang, itu bukan hal aneh bagi Camo, ia sadar tak ada orang yang menanggap keberadaan mereka. Hingga malam hari tiba di saat Camo sedang memandangi abum foto ibunya ia melihat sosok ayahnya yang ternyata ada dan itu diselipkan di balik kertas. Ia pun sangat terkaget karena itu kali pertama Camo melihat sosok ayahnya. Ketika Camo masih termenung dan terkaget tiba-tiba suara pintu terdengar ketukan, Camo pun membuka pintu dan ternyata ada seseorang misterius dengan jas panjangnya dan topi hitam yang menutupi wajahnya, ketika topi itu di lepas ternyata dia seorang kakeh paruh baya dengan jenggot dan rambutnya yang putih. Suaranya yang berwibawa tiba tiba menyebut nama Camo, Camo pun terkaget karena dia sendiri tak mengenalnya. camo pun bertanya "anda siapa?", " saya Aldenburg senang bisa bertemu dengan mu saya adalah sahabat dekat ayah mu, Rotama", Camo pun terkaget karena ia pun juga mengenal nama ayahnya bahkan ternyata sahabat dekatnya.
"Rotama, dia ayahmu kann, di sekarang berada di Amerika nak, setiap hari dia memikirkanmu, tanpa sepengetahuanya aku ingin membawamu kesana", Camo pun terkejut dengan hal yang tiba-tiba terjadi sekarang, setelah bebicara panjang lebar Camo pun menyadari ternyata ayahnya selama ini masih memperhatikan kehidupan Camo dan ibunya. Kepergian ibunya pun langsung di ketahui oleh Rotama ayah Camo. Kakek tua itu pun memberi pelukan hangat kepada Camo yang selama ini hal itu tak pernah ia rasakan. Keesookan harinya Aldenburg membawa Camo pergi ke Miami Amerika untuk memberika suprise kepada Rotama. 19 jam berlalu Camo dan Aldenburg pun sampai di Amerika, Camo di bawa ke tempat yang dibilang cukup mewah dan Camo pun di bawa kesebuah ruangan yang penuh dengan berkas-berkas yang terlihat sangat penting dan beberapa brankas besar.
Tibalah mereka berdua di sebuah taman kecil di belakang rumah, disana nampak seorang pria paruh baya juga sedang merokok dan memandangi sebuah foto. Dia Rotama ayah dari Camo, Rotama pun menoleh dan bertanya "siapa yang kau bawa Aldenburg?", aAldenburg pun menjawab "dia orang yang setiap hari kau pikirkan dan dialah orang yang tak jauh beda dengan dialah darah daging mu, ia Camo putramu!. Rotama pun terkaget setengah mati ia seketika memandang foto yang ia pegang dan balik meoleh ke Camo. Ia langsungg beranjak dari duduknya dan langsung memeluk Camo. Air mata pun berlinang, ucapan maaf tak henti ia ucapkan. Rasa dendam yang ada di diri Camo seketika memudar Camo pun juga meneteskan air mata dan ia sangat bahagia bisa menemukan kembali seseorang yang akan berarti bagi hidupnya.
Namun kehidupan Rotama ayah Camo di Amerika ternyata sangat kelam ia adalah seorang pembunuh bayaran yang saat ini sedang menikmati masa-masa pensiunya, ia tak kembali ke Jepang bukan berarti tak bertanggung jawab namun ia malu dengan pekerjaanya, ternya selama ini ia masih menafkahi Camo dan ibunya, namun uang itu tak pernah sampai kepada Camo dan ibunya karena anak buah nya ternyata takk menjalankan perinta yang Rotama berikan. Bahkan anak buah yang berkhianat itu ia tebas kepalanya dengan katana yang panjang tepat di hadapan Camo. Camo pun seketikan terkaget namun Aldenburg berkata "ini hal wajar yang dilakukan ayah mu Camo". Betahun-tahun Camo hidup bahagia bersama ayahnya dan mengulang lagi kehidupan yang selama ini mereka lewati, Camo tak memedulikan kehidupan ayahnya sebelumnya dan Camo pun justru bersedia meneruskan perjuangan ayahnya dan apa yang telah di raih oleh ayahnya.
Questions
Character Story Pertama: Ya
Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
Tidak ada
Account Forum yang saya miliki:
Saya Roub games selaku pemilik account UCP Camo bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Camo Rotama) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.