Javon Branch
di sebuah Rumah sakit di daerah Richman, Los Santos, lahirlah seorang anak tunggal bernama Javon Branch. Ia terlahir di keluarga yang berkecukupan. Ayah Javon adalah seorang pebisnis sukses, sedangkan ibunya bekerja sebagai perawat. Meski hidup berkecukupan, Javon tidak pernah merasakan kasih sayang dari ayahnya. Sang ayah terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga Javon lebih dekat dengan ibunya. Sejak kecil, Javon memiliki hobi memancing. Hampir setiap sore ia pergi memancing bersama seorang teman yang dianggapnya sebagai sahabat. Hingga suatu hari, ketika mereka sedang asik memancing, sahabat Javon terperosok ke dalam lumpur hisap. Melihat itu, Javon segera melempar pancingannya dan berusaha menolong. Dengan sekuat tenaga, ia menarik sahabatnya yang sudah terhisap sampai ke pinggang. Perlahan-lahan tubuh sahabatnya berhasil ditarik ke permukaan, namun peristiwa itu membuat kaki Javon terluka terkena serpihan kaca. Sesampainya di rumah, Javon menceritakan hal tersebut kepada ibunya. Sang ibu dengan penuh kasih segera mengobati luka Javon, berbeda dengan ayahnya yang terlihat tidak peduli.
Tahun demi tahun berlalu, Javon tumbuh menjadi remaja. Kurangnya perhatian dari ayah membuatnya sedikit nakal. Ia sering membolos, merokok, bahkan berani melawan guru. Ibunya hanya bisa menangis dan memohon agar Javon berubah menjadi lebih baik. Melihat air mata ibunya, Javon merasa bersalah dan berusaha memperbaiki diri. Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, ia perlahan berubah menjadi pribadi yang lebih baik hingga lulus sekolah dengan prestasi dan nilai tinggi. Sang ibu menangis haru sekaligus bangga melihat perubahan anaknya. Sayangnya, ayah Javon tetap bersikap dingin dan seolah tidak peduli pada keberhasilan anaknya. Hingga suatu hari, peristiwa buruk menimpa Javon dan ibunya. Saat ia sedang menemani ibunya berjalan, mereka dihadang sekelompok pemuda bersenjata pisau. Mereka merampas tas ibunya dan melukai paha Javon. Dengan sisa tenaga, Javon melawan dan berhasil menjatuhkan salah satu penyerang, namun yang lain menusuk dada Javon hingga ia terjatuh tak sadarkan diri. Beruntung, ada polisi yang segera datang, menangkap para pelaku, dan membawa Javon beserta ibunya ke rumah sakit. Berhari-hari Javon koma. Hingga suatu saat ia tersadar dan melihat ibunya terbaring lemas di sampingnya. Di pojok ruangan, ia melihat ayahnya duduk termenung. Saat ayahnya menyadari bahwa Javon telah sadar, ia segera menghampiri, lalu meminta maaf. Untuk pertama kalinya, Javon merasakan kepedulian ayahnya. Hatinya sedikit tersentuh. Namun kebahagiaan itu seketika sirna ketika ia mendapat kabar bahwa ibunya meninggal akibat tusukan yang mengenai urat nadinya. Javon menangis sejadi-jadinya. Sosok penyayang, sabar, dan penuh cinta yang selalu menguatkannya kini telah pergi selamanya.
Hari-hari Javon diliputi kesedihan. Ia sering merenung, namun di sisi lain, hubungannya dengan sang ayah mulai membaik. Bulan demi bulan berlalu, Javon akhirnya belajar mengikhlaskan kepergian ibunya. Ia memutuskan untuk pergi ke kota San Fierro guna memulai kehidupan baru. Ayahnya pun mendukung keputusan itu. Di San Fierro, Javon bekerja di berbagai tempat hingga akhirnya mendapat pekerjaan tetap sebagai seorang distributor. Berkat kerja keras, kesabaran, dan kedisiplinan yang diwariskan ibunya, Javon berhasil membeli rumah sederhana dan sebuah motor. Pada waktu senggang, ia masih menyempatkan diri untuk memancing bersama sahabatnya. Bagi Javon, memancing seakan mampu menghentikan waktu, memberi ruang untuk bernapas, dan menenangkan jiwanya. Kini, ia tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, perlahan melupakan luka masa lalu di tempat kelahirannya.
Questions
Character Story Pertama: Yes
Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
risolmayoooo
Account Forum yang saya miliki:
risolmayoooo
Saya risolmayoooo selaku pemilik account UCP risolmayoooo bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Javon Branch) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.