Zero Salvador
Di tengah hiruk pikuk dan kekacauan kota Los Santos, Lahirlah seorang anak laki-laki bernama Zero, Di salah satu sudut tergelap daerah kumuh Jefferson. Tempat di mana suara tembakan jadi musik malam, Dan sirene polisi hanya berarti satu hal pertumpahan darah baru saja terjadi. Sejak kecil, Zero sudah terbiasa hidup dalam kekerasan. Ayahnya, Mantan anggota geng lokal, Mendekam di penjara karena kasus perampokan bersenjata. Ibunya bekerja dari pagi hingga larut malam sebagai pelayan restoran, Berjuang sendirian menghidupi Zero dan adik perempuannya. Di lingkungan tempat semua anak ingin menjadi bos geng atau pengedar, Zero justru bermimpi menjadi sesuatu yang dianggap musuh oleh lingkungannya seorang polisi.
Sebuah rumah di ujung gang terbakar akibat konflik antar geng, Dan semua warga hanya menonton dari kejauhan. Lalu datanglah seorang polisi muda, Menerobos api, Menyelamatkan seorang anak kecil tanpa pikir panjang. Zero menyaksikan semuanya dari atap rumahnya, Matanya penuh takjub. Di tengah dunia yang suram, Sosok berseragam itu tampak seperti cahaya. Sejak saat itu, Zero tahu dia tidak ingin jadi bagian dari kekacauan. Dia ingin menghentikannya. Namun mimpi semacam itu, Bagi anak jalanan seperti dirinya, Dianggap tak lebih dari lelucon. Guru-gurunya meremehkannya. Teman-temannya menertawakannya.
Lulus sekolah tanpa upacara, Tanpa sorak, dan tanpa pesta, Zero langsung bekerja. Ia jadi montir bengkel di siang hari dan supir ojek ilegal di malam hari. Ia menyisihkan sedikit demi sedikit uangnya bukan untuk membeli baju mewah, Tapi untuk beli buku hukum bekas dan bayar latihan bela diri di dojo tua. Ia belajar prosedur hukum dari warnet dan mendalami taktik kepolisian dari forum-forum gelap yang ia temukan secara acak. Tak ada yang tahu bahwa di balik wajah lelah dan pakaian berlumur oli, Ada seorang pemuda yang sedang mempersiapkan dirinya menjadi garda terakhir keadilan di kota yang sudah lama kehilangan harapannya.
Usahanya perlahan membuahkan hasil. Beberapa polisi yang sering patroli mulai memperhatikan Zero. Ia sering membantu mengamankan warga saat ada kerusuhan kecil, Atau menyampaikan informasi penting secara diam-diam kepada petugas. Salah satu sersan, Bernama Doyle, Mulai mendekatinya. Bukan sebagai polisi dan warga, Tapi sebagai seseorang yang melihat potensi pada anak muda yang tak menyerah pada lingkungannya. Doyle memberinya buku panduan kepolisian, Memperkenalkan Zero pada prosedur pelatihan, Dan sesekali mengajaknya ikut sebagai pengamat dalam simulasi patroli. Tapi semakin dekat Zero dengan hukum, Semakin jauh ia dari teman-teman lamanya. Mereka menyebutnya "anjing polisi", Dan tidak sedikit yang mengancam keselamatannya. Namun Zero tetap pada jalannya karena baginya, Pilihan hidup bukan soal aman atau nyaman, Tapi soal benar dan salah.
Kini, Zero berdiri di hadapan kantor akademi kepolisian Los Santos. Tangannya menggenggam formulir pendaftaran yang sudah ia isi berkali-kali, Tapi selalu gagal ia serahkan karena rasa takut. Tapi hari ini berbeda. Hari ini, Ia ingat kembali kobaran api di malam itu, Anak kecil yang diselamatkan, Dan semua darah yang pernah tumpah di gang tempat ia dibesarkan. Zero bukan hanya ingin jadi polisi. Ia ingin jadi alasan orang percaya lagi pada polisi. Ia ingin jadi cermin harapan bagi anak-anak di gang sempit yang dulu dia lewati setiap hari. Ia tahu, Menjadi polisi bukan tentang seragam atau pistol, Tapi tentang pilihan untuk melawan bahkan jika harus sendiri.
Questions
Character Story Pertama: Yes
Durasi bermain di JG:RP: 3 - 6 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki: Veltanoz
Account Forum yang saya miliki: @Veltanoz
Saya Veltanoz selaku pemilik account UCP Veltanoz bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Zero Salvador) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.