Jump to content
JG:RP sedang menjadi korban serangan DDoS dengan skala besar. Kami masih menunggu balasan dari pihak provider terkait serangan ini. ×

meow

New Member
  • Posts

    3
  • Joined

  • Last visited

Profile Information

  • Primary Game
    JG:RP

Recent Profile Visitors

The recent visitors block is disabled and is not being shown to other users.

meow's Achievements

Newbie

Newbie (1/7)

0

Reputation

  1. Apakah ini adalah pertama kali kamu membuat Character Story ? Tidak Sudah berapa lama kamu main JG:RP? 5 tahun Apakah character ini baru kamu buat atau baru melakukan prosess Namechange ? Buat baru Apakah kamu memiliki account UCP selain yang kamu mainkan saat ini? Ya Apakah kamu memiliki account Forum selain yang kamu pakai saat ini? Ya Dimana tempat kamu bermain sekarang? Di rumah
  2. Luna Denaro Luna Denaro terlahir dan dibesarkan di lorong-lorong sempit Palermo yang penuh sejarah dan intrik. Sejak kecil, ia menyerap wangi asin Laut Mediterania bersama desau angin yang membelai tembok-tembok batu tua kota kelahirannya. Namun di balik pesona kota klasik itu, terselip kisah kekuasaan dan bayangan gelap organisasi Cosa Nostra tempat ayahnya, Don Marcello Denaro, memerankan peran paling tinggi, kepala mafia yang disegani sekaligus ditakuti. Luna, dengan rambut hitamnya yang bergelombang dan mata hijau tajam, menjadi perpaduan unik antara kelembutan wanita muda Palermo dan kekuatan garis keturunan keluarganya. Sejak usia belia, Luna melihat bagaimana ayahnya memegang kendali perdagangan gelap, politik lokal, dan segala urusan yang membuat nama Denaro sulit dilupakan oleh siapa pun. Di satu sisi, ia kagum pada ketegasan dan karisma ayahnya, sosok yang selalu melindungi keluarganya dengan segalanya. Di sisi lain, Luna merasakan beban moral yang kian menyesakkan. Ia menyaksikan korban-korban yang tak berdosa, aliran uang haram yang membanjiri kota, serta bisikan-bisikan ancaman senantiasa mengintai. Padahal, hatinya tak pernah didesain untuk dingin seperti itu. Sejak kecil, ia mendambakan kebebasan dan keinginan untuk melukis, menulis puisi, atau sekadar menari di bawah cahaya rembulan, tanpa bayang-bayang loyalitas gelap yang membelenggunya. Memasuki masa remaja, konflik batin Luna semakin memuncak. Ia mendapatkan beasiswa seni rupa di Roma, kesempatan emas yang bisa membebaskannya dari belenggu Palermo dan ayahnya. Namun di saat yang sama, Don Marcello menuntut kesetiaan penuh dari putrinya. “Luna,” ucapnya dengan nada lembut tapi tegas suatu malam, “keluarga kita membutuhkanmu. Nama Denaro adalah harga yang harus kita pertahankan.” Sangat berbeda dari ayah-ayah lain yang mungkin mengizinkan putri mereka mengikuti impian, ayah Luna menimbulkan dilema: antara hak naluriah untuk terbang mencari cahaya kreativitas dan kewajiban turun-temurun menjaga wibawa serta keamanan keluarganya. Suatu ketika, Luna menemukan buku harian milik ibunya yang sudah lama tiada, sebuah warisan rahasia penuh ekspresi cinta, penyesalan, dan harapan ibundanya agar Luna tumbuh menjadi wanita yang berani membuat pilihan sendiri. Lembar demi lembar halaman itu seolah membisikkan satu pesan: “Pergilah, Luna. Buatlah dunia melihat keberanianmu.” Dorongan untuk mengejar mimpi pun semakin membara. Ia mulai merancang rencana: lulus SMA dengan prestasi gemilang, meraih beasiswa, lalu berangkat ke Roma. Sambil berlatih melukis di studio kecilnya di atap rumah, Luna juga belajar menyusun strategi diplomasi, mempelajari sisi politik ayahnya agar kelak ia bisa menggunakan pengetahuannya untuk membantu atau melawan kekuatan besar itu. Kini, di ambang dewasa, Luna berdiri di persimpangan nasib. Di satu tangan, kanvas putih kosong menantinya untuk diwarnai dengan goresan bebas dan imajinasi terlepas dan di tangan lain, bayangan ayahnya yang menunggu kepulangan dan kesetiaan. Sementara Luna memilih diam-diam menjalani dua dunia: siang hari sebagai siswi teladan yang mengirimkan lukisan-lukisan misterius ke galeri bawah tanah, malam harinya sebagai pewaris tak resmi yang ikut ayahnya bergulat dengan kekuasaan. Dalam batinnya, Luna terus bertanya: “Apakah darah Denaro menentukan masa depanku? Atau akulah yang menciptakan garis takdirku sendiri?” Cerita Luna Denaro belum usai, ia masih menimbang kata “berani” dan “setia” dalam skala nilai hidupnya. Satu hal yang pasti: di mana pun langkahnya membawanya, nama Luna Denaro akan terus membahana, bukan hanya sebagai putri kepala mafia Palermo, tetapi sebagai perempuan yang berani memilih dunia yang ia inginkan. Questions Character Story Pertama: No Durasi bermain di JG:RP: 3 tahun lebih URL Namechange: Account UCP yang saya miliki: sunTIANG Account Forum yang saya miliki: $sunTIANG$ Saya meow selaku pemilik account UCP meow bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Luna_Denaro) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.
×
×
  • Create New...