Eliza_Verniz
Los Santos, 8 Agustus 1988. Di sebuah rumah sakit, lahirlah anak bernama Eliza Verniz. Eliza tumbuh di daerah Jefferson bersama ayahnya karena ibu Eliza meninggal setelah mengalami pendarahan hebat saat melahirkan Eliza. Eliza tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu, yang membuat Eliza sering bertengkar dengan ayahnya. Ayah Eliza adalah pecandu alkohol berat setelah ditinggalkan oleh istrinya. Itulah yang membuat hidup Eliza mengalami trauma masa kecil karena sering mengalami kekerasan oleh ayahnya sendiri. Suatu hari, ketika ayah Eliza sedang mabuk, dia sempat menodong Eliza dengan pisau saat sedang di rumah.
Kekacauan di rumah Eliza pun terjadi. Eliza, yang saat itu terdesak, segera berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri dari ayahnya yang menodongkan pisau kepadanya. Para tetangga Eliza yang mendengar kericuhan berbondong-bondong keluar untuk melihat situasi yang terjadi. Eliza, yang masih ketakutan, meminta pertolongan kepada salah satu tetangganya bernama Erick. Erick bergegas menelepon polisi untuk melaporkan ayah Eliza yang sedang mabuk parah. Erick mencoba menenangkan Eliza yang sedang ketakutan saat itu juga. Tidak lama kemudian, pihak polisi datang untuk menangkap ayah Eliza. Namun tiba-tiba, suara tembakan pun terdengar. Ayah Eliza ditembak oleh salah satu anggota polisi karena ia mencoba melawan dengan pisau saat sedang diringkus oleh pihak polisi. Eliza yang terkejut pun hanya bisa terdiam saat itu juga.
Eliza masih berdiri terpaku, matanya tak berkedip menatap tubuh ayahnya yang tergeletak di tanah. Sirine mobil polisi meraung, memecah suasana mencekam di halaman rumah Eliza. Kerumunan orang pun berdatangan. Erick, yang sedari awal mendampingi Eliza, mendekati tubuh ayah Eliza yang tergeletak di tanah. Erick mengecek denyut nadi ayah Eliza dan berkata bahwa beliau sudah tiada. Eliza pun hanya bisa terdiam. Tidak lama kemudian, anggota polisi membawa Erick dan Eliza menjauh dari tempat kejadian perkara. Hari itu mengubah segalanya. Sejak saat itu, hanya satu hal yang memenuhi pikirannya. menemukan siapa anggota polisi yang menembak ayahnya. Erick mencoba menghentikannya, mencoba menyadarkannya bahwa balas dendam tidak akan membawa kedamaian. Tapi Eliza hanya membalasnya dengan tatapan dingin. Malam itu, di bawah cahaya redup lampu jalan, Eliza berjanji pada dirinya sendiri, darah akan dibalas dengan darah, sampai kebenaran terungkap dan keadilan ditegakkan.
Questions
Character Story Pertama: No
Durasi bermain di JG:RP: 1 - 3 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
yurizzz
Account Forum yang saya miliki:
@KULGAR
Saya KULGAR selaku pemilik account UCP yurizzz bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Eliza_Verniz) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.