Jump to content
IP BARU: 104.234.180.158:7777 ×

RIZZGD

New Member
  • Posts

    22
  • Joined

  • Last visited

Recent Profile Visitors

The recent visitors block is disabled and is not being shown to other users.

RIZZGD's Achievements

Newbie

Newbie (1/7)

0

Reputation

  1. @Kasha sudah disesuaikan kembali
  2. @Kasha 1. Tidak 2.Tidak 3.Ya,sudah 4.RIZZGD (Hanya ada 1 UCP) 5.Tidak termasuk
  3. Marcello_Vandesta Marcello Vandesta lahir 30 Juni 2004 di Amerika Serikat. Sejak kecil, hidupnya sudah dekat dengan lingkungan yang keras. Kriminalitas dan pelanggaran hukum ada di mana-mana, dan lama-lama jadi hal biasa buatnya. Ia tumbuh tanpa ibu. Ibunya pergi dari rumah saat Marcello berusia tujuh tahun. Ia hampir tidak punya kenangan tentang sosok itu, selain sifatnya yang mudah marah dan sering kasar. Ayahnya justru yang banyak berperan. Meski dikenal sebagai pengedar narkoba, ayahnya tetap membesarkan Marcello dan memastikan ia sekolah. Di luar semua itu, Marcello masih sempat dikenal cukup aktif dan tidak sepenuhnya tertinggal di sekolah. Lingkungan tempat ia tumbuh pelan-pelan menariknya masuk lebih jauh. Sejak usia muda, Marcello mulai terlibat dalam berbagai kegiatan kriminal. Ia mengedarkan barang ilegal, dan beberapa kali menodongkan senjata tajam ke pengguna jalan. Namanya mulai sering muncul dalam catatan kepolisian. Tapi ia jarang benar-benar kena. Marcello terbiasa bernegosiasi, tahu cara berbicara, dan punya dukungan dari orang-orang sekitarnya. Tinggal di kawasan kartel membuatnya merasa aman. Apalagi ia sering berurusan dengan aparat yang ikut bermain kotor. Dari situ, ia mulai percaya kalau hukum bukan sesuatu yang benar-benar harus ditakuti. Semua berubah saat ia ikut merampok sebuah bar bersama beberapa rekannya. Mereka memilih tempat itu karena terlihat sepi dan keamanannya lemah. Awalnya, semuanya berjalan sesuai rencana. Uang berhasil diambil. Tapi mereka lengah. Polisi sudah lebih dulu mengendus aksi mereka. Begitu keluar dari bar, mereka langsung dihadang aparat bersenjata lengkap, sementara mereka hanya membawa pisau kecil. Tidak ada perlawanan, semuanya ditangkap. Saat interogasi, Marcello mengenali salah satu aparat sebagai polisi korup yang biasa berurusan dengan kartel. Dari situ muncul ancaman dan negosiasi, sampai akhirnya diputuskan Marcello akan diasingkan ke Los Santos. Catatan kriminalnya dihapus, dan dibuat cerita seolah ia melarikan diri. Kini ia hidup di kota itu, mencoba bertahan dengan pekerjaan seadanya, di tempat yang keras dan tidak memberi banyak ruang untuk kesalahan. Questions Character Story Pertama: No Durasi bermain di JG:RP: 1 - 3 bulan URL Namechange: Account UCP yang saya miliki: RIZZGD Account Forum yang saya miliki: @RIZZGD Saya RIZZGD selaku pemilik account UCP RIZZGD bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Marcello_Vandesta) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.
  4. apakah di terima?
  5. IYA KURANG DARI 1 BULAN BARU BUAT TIDAK TIDAK DI RUMAH
  6. IYA KURANG DARI 1 BULAN BARU BUAT TIDAK TIDAK DI RUMAH
  7. Zeno_Rice https://ibb.co.com/JwyJKxKJ Zeno Rice lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai seorang petani, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga yang sepenuhnya mengabdikan diri untuk keluarga. Ia tumbuh dan dibesarkan di sebuah peternakan yang letaknya cukup jauh dari kehidupan kota. Lingkungan tersebut membuat Zeno jarang, bahkan hampir tidak pernah, bermain bersama teman seumurannya sejak kecil. Hari-harinya diisi dengan membantu orang tuanya di peternakan. Zeno terbiasa memperhatikan cara ayahnya bekerja, merawat ternak, serta bagaimana ibu mengatur kehidupan rumah tangga dengan penuh kenyamanan. Karena keterbatasan lingkungan dan akses hiburan, Zeno sering membuat mainannya sendiri dari barang-barang seadanya. Ia pernah meniru bentuk pesawat terbang menggunakan kertas dan lem, merakitnya dengan imajinasi dan ketekunan. Kebiasaan tersebut merupakan warisan langsung dari sang ayah. Setiap kali Zeno merengek meminta mainan mahal yang ia lihat dari televisi, ayahnya tidak pernah memanjakannya dengan membeli barang tersebut. Sebaliknya, sang ayah selalu mencari solusi alternatif dengan membuatkan versi buatannya sendiri. Dari situlah Zeno belajar bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti berpikir dan berkreasi. Meski jarang berinteraksi dengan teman sebayanya, Zeno tumbuh dengan kemampuan komunikasi yang baik. Hal itu ia peroleh dari kegemarannya membaca buku cerita yang dibelikan ayahnya, serta dari kebiasaannya menonton berbagai siaran televisi. Orang tuanya, meskipun hidup di daerah terpencil, sangat menyadari pentingnya pendidikan bagi masa depan anak mereka. Ketika Zeno mulai memasuki usia sekolah, wawasannya perlahan terbuka. Ia menyadari bahwa selama ini banyak anak seusianya yang tumbuh dengan kebiasaan bermain dan bersosialisasi bersama. Saat menginjak bangku sekolah menengah pertama, Zeno justru disambut dengan baik oleh sebagian besar teman-temannya. Kemampuan komunikasinya yang tergolong di atas rata-rata membuat banyak orang kagum dan menaruh kepercayaan padanya. Namun, kepercayaan yang tanpa disadari mengantarkannya ke titik terendah dalam masa sekolahnya. Zeno ditunjuk sebagai penerus pemimpin salah satu organisasi di sekolah. Penunjukan tersebut terjadi secara mendadak, sementara Zeno merasa dirinya belum siap memikul tanggung jawab sebesar itu. Seiring berjalannya waktu, beban tanggung jawab tersebut perlahan menghantuinya. Tekanan demi tekanan mulai ia rasakan. Teman-teman yang sebelumnya mendukung satu per satu menunjukkan perubahan sikap, terutama mereka yang berada dalam organisasi yang sama. Perubahan itu bukan tanpa alasan; Banyak dari mereka yang merasa tidak puas dengan cara Zeno memimpin, dan menjadikannya bentuk protes terhadap kepemimpinannya. Situasi tersebut membuat Zeno kehilangan arah. Prinsip hidupnya mulai memudar, semangatnya perlahan menghilang, dan jati dirinya berubah. Ketakutan mendominasi setiap langkah yang ia ambil. Ia menjadi ragu dalam mengambil keputusan dan mulai kehilangan kepercayaan diri. Hari-harinya ia lalui dengan pikiran berat, seakan tekanan mental terus membuntutinya tanpa henti. Zeno bertahan melewati berbagai konflik hingga tiba saat masa jabatannya hampir berakhir. Beberapa minggu sebelum masa itu selesai, ia mulai merenung dan belajar dari kesalahan yang telah ia lalui. Tepat pada hari berakhirnya masa jabatan tersebut, Zeno menunjuk seseorang untuk menjadi penerusnya. Kali ini, ia memperhatikan dengan sungguh-sungguh kemampuan, sikap, serta potensi orang tersebut, memastikan bahwa pengalaman pahit yang pernah ia alami tidak terulang kembali pada orang lain. Setelah terbebas dari tanggung jawab organisasi, Zeno perlahan bangkit. Ia mulai menemukan kembali jati dirinya yang sempat hilang. Hubungannya dengan teman-teman pun membaik, dan ia kembali diterima di lingkungan sosialnya. Sejak saat itu, Zeno memilih menjalani hidup dengan tenang, tanpa terlibat dalam organisasi apa pun, bahkan hingga ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Prinsip tersebut masih ia pegang teguh hingga kini. Dengan tekad untuk hidup mandiri, Zeno memutuskan merantau ke kota Los Santos demi mencari pekerjaan dan membangun masa depannya sendiri. Ia sadar bahwa jalan yang akan dilaluinya tidak akan mudah. Masa depan terbentang penuh tanda tanya—apakah ia akan menjadi seorang pekerja yang bertanggung jawab dan memegang prinsip hidupnya, atau justru terseret ke dalam ranah kriminal yang perlahan menguji nilai-nilai yang selama ini ia pertahankan. Pertanyaan Kisah Karakter Pertama: Ya Durasi bermain di JG: RP : Kurang dari 1 bulan Perubahan Nama URL: Akun UCP yang saya miliki: Tidak ada Forum Akun yang saya miliki: Saya RIZZGD sebagai pemilik akun UCP RIZZGD siap jika Karakter saya yang termasuk di atas ( Zeno_Rice ) dibanned permanen jika cerita karakter yang saya buat di atas berupa plagiat dari cerita milik orang lain.
×
×
  • Create New...