5 Oktober 2001 lahirlah seorang anak dari pasangan di Los Santos, yaitu Abigail Bonanza. Ia lahir dari keluarga sederhana yang berlatar belakang kriminal dan merupakan keturunan orang kulit hitam. Saat Abigail Bonanza dilahirkan, ayahnya, Leonardo Bonanza, sedang mengalami kesulitan ekonomi karena banyaknya tanggungan hidup yang membuat mereka terjebak dalam lingkaran kemiskinan yang berat. Saat itu, kakak pertamanya, Marco Bonanza, mengalami sakit yang tidak bisa diobati karena kekurangan biaya, yang pada akhirnya merenggut nyawa sang kakak.
Abigail Bonanza tumbuh besar dengan banyak keterbatasan akibat kondisi keuangan keluarga. Bahkan, ketika duduk di bangku sekolah dasar, ia tidak mampu membeli buku. Hal ini membuat ayahnya, Leonardo Bonanza, diliputi pikiran yang berat, bahkan sempat terpikir untuk bunuh diri. Namun, suatu hari saat sedang menunggu Abigail Bonanza pulang, Leonardo didatangi oleh sekelompok orang kulit hitam yang menawarinya untuk menjual tanaman ganja dengan bayaran besar. Tanpa pikir panjang, Leonardo menyetujui tawaran tersebut dan merencanakan agar Abigail Bonanza turut membantu menyebarkan barang-barang jualannya. Di rumah, Abigail Bonanza pun diberi pekerjaan sebagai kurir barang haram tersebut.
Misi pertama Abigail Bonanza adalah menjual barang kepada teman-temannya di sekolah. Tak disangka, teman-temannya menunjukkan antusiasme tinggi terhadap barang yang dijualnya. Penjualan pun meningkat pesat dan ekonomi keluarga Bonanza membaik. Saat itu, Abigail Bonanza mulai membeli barang-barang mewah seperti kalung, senjata, topi, dan pakaian, yang membuatnya tampak mewah di mata teman-temannya.
Namun, pada suatu hari, Abigail Bonanza menjadi incaran sekelompok teman kulit hitam di sekitar sekolahnya. Ketika ayahnya datang menjemput, tiba-tiba beberapa peluru menyasar tubuh sang ayah, hingga ia tewas di tempat. Abigail Bonanza lari sekencang mungkin sambil menangis menyaksikan kematian ayahnya. Hari demi hari berlalu, dan kini Abigail Bonanza menjalani hidupnya dengan trauma yang mendalam Sejak kejadian itu, Abigail Bonanza berjanji mengubah nasibnya sendiri, bertahan hidup keras, membangun kekuatan, kecerdikan, dan reputasi kelam di jalanan Los Santos demi masa depan pribadinya.