Rathapong_Chansook
Pada tanggal 14 Juni 2005 di Bangkok, Thailand, lahirlah seorang anak bernama Rathapong Chansook. Ia berasal dari keluarga berkecukupan; ayahnya memiliki peternakan ayam bangkok, sementara ibunya mengelola toko kelontong terbesar di desa mereka. Peternakan ayam milik ayahnya sangat luas dan dikenal di seluruh penjuru Thailand karena menjadi eksportir ayam terbesar di negara tersebut.
Tiga tahun kemudian, Rathapong sudah mulai bisa berjalan dan berbicara. Ayahnya mulai mengenalkan dunia unggas kepadanya, dan ternyata ia sangat menyukai ayam. Rathapong selalu menyertai ayahnya merawat ayam-ayam mereka. Saat berusia 10 tahun, ia sudah mampu merawat ayam aduan sendiri. Sang ayah kemudian memberinya seekor anak ayam bangkok kualitas super untuk dirawat hingga menjadi ayam yang bernilai tinggi.
Ketika Rathapong berusia 11 tahun, ia berhasil membawa ayamnya menjadi juara dan meraih nominasi "The Best Fighter". Ia sangat bahagia dan menamai ayamnya "Kamtoe", karena kakinya yang besar serta pukulannya yang mampu menggetarkan mental lawan. Namun, tiga bulan kemudian, Kamtoe mengalami cedera kaki. Pukulan keras yang ia layangkan kepada lawan justru menjadi bumerang bagi kesehatannya sendiri. Rathapong pun meminta bantuan ayahnya untuk mengobati kaki Kamtoe. Mengandalkan pengalamannya yang luas, sang ayah meracik ramuan herbal khusus untuk memulihkan cedera tersebut.
Setiap pagi dan sore, Rathapong mendampingi ayahnya mengoleskan ramuan tersebut ke kaki Kamtoe. Setelah dua minggu perawatan intensif, kondisi Kamtoe kian membaik. Rathapong merasa lega karena jagoannya bisa bertanding kembali. Kebetulan, sebuah turnamen bergengsi antarpeternakan di Thailand akan diadakan satu minggu lagi. Karena hanya Kamtoe yang berada dalam kondisi siap tanding di peternakan mereka, sang ayah terpaksa menurunkannya dalam laga besar tersebut.
Hari pertandingan pun tiba. Rathapong hanya bisa pasrah dan menyaksikan Kamtoe menghadapi lawan-lawan kelas berat. Pada laga pertama pascapemulihan, di luar dugaan, Kamtoe mengalahkan lawan super hanya dengan satu pukulan keras di kepala. Hal ini membangkitkan kepercayaan diri Rathapong. Kamtoe terus melaju hingga mencapai babak final.
Di final, Kamtoe harus berhadapan dengan ayam impor dari Filipina yang terkenal lincah dan memiliki pukulan mematikan. Meski lawan terlihat tangguh, Rathapong tetap optimis. Begitu babak final dimulai, ayam Filipina tersebut menunjukkan kelincahannya. Kamtoe mencoba membalas dengan pukulan ke arah kepala untuk mengintimidasi lawan. Seiring berjalannya waktu, ayam Filipina mulai kelelahan, sementara stamina Kamtoe masih terjaga. Kamtoe kemudian melayangkan pukulan telak ke arah kepala lawannya hingga ayam Filipina itu jatuh terkapar tak berdaya. Akhirnya, pertandingan bergengsi di Thailand tersebut dimenangkan oleh peternakan milik ayah Rathapong.
Questions
Character Story Pertama: No
Durasi bermain di JG:RP: 1 - 3 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
Tidak ada
Account Forum yang saya miliki:
Amin Ndolo koplo
Saya Amin Ndolo koplo selaku pemilik account UCP yunus14 bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Rathapong_Chansook) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.