Joaquin_Salamanca
Pada tanggal 17 Febuari 2001, di kota Los Santos yang ramai namun penuh kesederhanaan, lahirlah seorang anak bernama Joaquin Salamanca. Ia tumbuh dalam keluarga kecil yang hidup dengan penuh kasih sayang meski ekonomi mereka seadanya. Ayahnya adalah seorang tentara yang disiplin, berjiwa patriotik, dan selalu menanamkan nilai keberanian. Ibunya bekerja sebagai pegawai kantoran, sosok yang sabar, penuh perhatian, dan menjadi penopang keluarga ketika sang ayah harus bertugas. Kehidupan mereka sederhana, namun kehangatan selalu hadir di meja makan, di senyum kecil Joaquin, dan di pelukan orang tuanya.
Ketika Joaquin berusia delapan tahun, kabar besar datang ayahnya dipindahkan ke kota Las Venturas. Bagi keluarga, itu adalah tanda peningkatan derajat, sebuah kebanggaan yang membuat mereka merasa lebih dihargai. Namun bagi Joaquin kecil, kabar itu justru terasa seperti kehilangan. Malam-malamnya dipenuhi rindu, menatap pintu rumah berharap ayah segera pulang. Ibunya berusaha menenangkan dengan janji: “Ayahmu tidak lama, sebentar lagi kembali.” Kata-kata itu menjadi penghiburan, membuat Joaquin bertahan dengan senyum tipis meski hatinya kosong.
Tahun demi tahun berlalu. Hingga usia 24, Joaquin mulai dihantui pertanyaan mengapa ayahnya tak kunjung pulang? Ia mendesak ibunya, namun jawaban tak pernah datang. Diam ibunya justru menambah luka. Rasa cemas dan penasaran akhirnya mendorong Joaquin untuk mengambil langkah berani. Dengan tekad yang membara, ia nekat pergi diam-diam ke Las Venturas, meninggalkan Los Santos demi mencari kebenaran yang selama ini disembunyikan darinya.
Sesampainya di markas militer tempat ayahnya bertugas, Joaquin bertanya kepada seorang tentara yang berjaga. Tentara itu menatapnya dengan wajah serius, lalu mengajaknya berjalan ke sebuah tempat sunyi. Langkah Joaquin terasa berat, jantungnya berdegup kencang, seakan tubuhnya tahu bahwa ia akan segera menghadapi kenyataan pahit. Di sana, Joaquin berdiri kaku di depan sebuah makam. Tentara itu menjelaskan dengan suara berat ayahnya telah gugur di medan perang lima tahun lalu, tertembak saat menjalankan tugas. Dunia seakan runtuh. Air matanya jatuh, hatinya hancur, dan kecewa mendalam menyelimuti karena ibunya menyembunyikan kenyataan pahit itu.
Dengan langkah berat, Joaquin kembali ke Los Santos. Ia membawa luka yang dalam, namun juga tekad baru. Kehilangan ayahnya menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk membangun kehidupan baru, menjadikan semangat ayahnya sebagai api yang menuntun perjalanan hidupnya, dan menjadikan rasa sakit itu sebagai kekuatan untuk melangkah ke masa depan.
Questions
Character Story Pertama: Yes
Durasi bermain di JG:RP: 1 - 2 tahun
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
MrZenn
Account Forum yang saya miliki: Gam 12
Saya Gam 12 selaku pemilik account UCP MrZenn bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Joaquin_Salamanca) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.