Athanasia Levronka lahir pada 18 Desember 2000 di Austria. Ia tumbuh di keluarga sederhana yang mengajarkan hidup mandiri dan kerja keras sejak kecil. Ketertarikannya pada mobil dan kecepatan mulai terlihat saat remaja, terutama setelah keluarganya pindah dan menetap di Tokyo, Jepang. Dengan sifat tomboy dan keberanian yang besar, Athanasia sering menghabiskan waktunya di jalanan kota, ikut dalam balapan liar. Kemampuan mengemudinya terbilang di atas rata-rata, membuatnya kerap memenangkan balapan meski risikonya tidak kecil. Ia bahkan mulai dikenal di kalangan street racer Tokyo sebagai pendatang baru yang cukup potensial. Setiap malam, adrenalin yang ia dapatkan dari kecepatan dan persaingan di jalanan membuatnya merasa hidup dan bebas dari segala rutinitas.
Namun kebiasaan tersebut membuat orang tuanya khawatir. Mereka merasa dunia balapan liar bisa merusak masa depan Athanasia jika dibiarkan. Selain berbahaya, pergaulan di dunia balapan jalanan juga tidak sehat dan bisa membawa Athanasia ke arah yang salah. Karena itu, keluarganya memutuskan pindah ke San Andreas, Los Santos, dengan harapan ia bisa menjalani hidup yang lebih terarah dan meninggalkan kebiasaan buruknya. Mobil yang biasa ia gunakan dijual, dan Athanasia harus meninggalkan kehidupan jalanan Tokyo yang sempat membuatnya merasa hidup. Kepindahan ini terasa berat baginya, seakan meninggalkan bagian dari dirinya sendiri. Di Los Santos, ia mencoba beradaptasi dan mencari pekerjaan sampingan dan menjalani hari-hari dengan rutinitas yang lebih normal, meski ketertarikannya pada balapan belum sepenuhnya hilang.
Suatu hari, saat berada di pusat kota Los Santos, Athanasia melihat beberapa mobil melaju kencang dalam balapan liar. Pemandangan itu mengingatkannya pada masa lalunya di Tokyo. Desingan mesin dan bau asap knalpot seperti memanggil-manggilnya kembali ke dunia yang pernah ia tinggalkan. Sejak saat itu, ia mulai menyadari bahwa lingkungan barunya tidak sepenuhnya berbeda dari Tokyo. Scene balapan liar ternyata juga ada di sini, mungkin bahkan lebih besar dan lebih beragam. Ia kini hanya menjalani hidupnya seperti biasa, bekerja di siang hari dan sesekali berkeliling kota di malam hari, sambil memikirkan arah yang akan ia ambil ke depan—apakah akan kembali ke dunia yang pernah ia tinggalkan, atau tetap pada jalan yang lebih aman seperti harapan orang tuanya.