Alexander_Savero
Hujan deras mengguyur Los Santos sore itu ketika Alexander Savero lahir tanggal 12 Mei 2002 di RS Los Santos. Ibunya, Rina, masih mengenakan seragam perawat pas kontraksi pertama datang, ayahnya, Doni, buru-buru menjemput dari klinik tempatnya bekerja. Mereka tinggal di kontrakan dua kamar di Los Santos, berbagi dinding tipis dengan keluarga Supri yang punya tiga anak. Sejak kecil, Alexander Savero terbiasa mendengar tangisan bayi tetangga jam 3 pagi dan suara motor ayahnya yang selalu mogok di depan rumah. "Kita gak kaya, tapi gak papa," kata Rina sambil menyuapi Alexander Xavero nasi telor mata sapi, makanan favoritnya sampai sekarang.
Semuanya berubah saat Alexander Savero kelas 2 SMA. Doni pulang dengan mata merah dan bau alkohol, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Memang begitu adanya. Begitulah hidup. "Demi apa, rin?, dan kerja 15 tahun di bengkel, gaji cuma buat bayar listrik," teriaknya sebelum melempar gelas ke dinding. Esok harinya, Alexander Savero menemukan ibunya menangis di dapur sambil memegang surat pemutusan hubungan kerja. Dia diam-diam mulai jualan pulsa ke teman-teman sekolah, uangnya disimpan di kaleng bekas biskuit bawah tempat tidur. "Kalau aku gak bantu; siapa lagi?
Pikirnya sambil menghitung receh untuk bayar SPP adiknya, lala. Tahun pertama kuliah di Universitas Los Santos, alex hampir drop out karena gak sanggup bayar uang gedung. Tapi pertemuannya dengan Bu Siska, dosen akuntansi yang sering mentraktirnya makan siang, mengubah segalanya. Dia mulai ikut organisasi mahasiswa, kenal teman-teman baru seperti Rian yang suka minjamin laptop dan Tika yang selalu bawakan kopi pas dia begadang. Projek pertama bisnis kecil-kecilan jual kaos desain sendiri gagal total, stok 150 kaos numpuk di kamar kos selama setahun. Tapi dari situ dia belajar satu hal: bertanya dulu sebelum bertindak. Sekarang di usia 22, Alexander Savero kerja paruh waktu di kedai kopi sambil menyelesaikan skripsi.
Setiap Sabtu pagi dia antar Lala les piano naik motor bututnya yang masih suka mogok. Kawan-kawannya bilang dia tipe orang yang bakal dateng pas dibutuhin, meski cuma buat dengerin keluh kesah. Tapi ada satu hal yang gak pernah dia ceritain ke siapapun: kadang jam 2 pagi dia masih terbangun. Memandangi foto keluarga waktu kecil sambil mikirin kapan bisa beliin rumah buat orang tuanya. Kopi pahit dan harapan, dua hal yang selalu ada di meja kerjanya.
Questions
Character Story Pertama: Ya
Durasi bermain di JG:RP: 1 - 3 bulan
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
Tidak ada
Account Forum yang saya miliki:
Aldiansyah Ramadhani
Saya Aldiansyah Ramadhani selaku pemilik account UCP AlexanderSavero bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Alexander_Savero) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.