Rodrigo Reyes
Pada Tanggal 27 November 2000, lahirlah seorang anak bernama Rodrigo Reyes di sebuah kota kecil bernama Fort Carson, desa nelayan kecil di mana semua orang saling mengenal. Pagi itu angin bertiup kencang waktu Rodrigo berusia sembilan tahun, berdiri di dermaga kayu yang sudah rapuh menunggu ayahnya pulang melaut. Ayahnya, Ramon. Berangkat melaut sebelum fajar dengan perahu kayu tua yang selalu bocor sedikit. Ibunya, Adeline. Menjahit baju tetangga sambil sesekali melirik jam dinding yang sering macet di angka sebelas. Dengan uang seadanya, tetapi meja makan selalu ada nasi dan ikan asin. Rodrigo waktu kecil belajar diam-diam bahwa bertahan hidup itu seperti memancing, butuh kesabaran dan sedikit keberuntungan. Semuanya berubah waktu Ramon tidak pulang di musim angin barat tahun 2012.
Tiga hari pencarian, hanya perahu kosong yang ditemukan terdampar di karang. "Ayah pasti akan kembali". Bisik Rodrigo ke adik perempuannya, Mira. Yang waktu itu baru berusia enam tahun. Tapi laut tidak pernah mengembalikan apa yang diambilnya, sementara Adeline harus menjahit sampai larut malam, matanya merah dan jarumnya sering tertusuk jari. Rodrigo yang baru masuk SMP mulai ikut melaut dengan nelayan lain, tangannya melepuh terkena tali jaring dan garam laut. Dia pulang dengan uang receh yang basah, tapi tidak pernah nangis di depan Mira. Tahun 2016, Rodrigo bertemu dengan Pak Stevent, pemilik warung dekat pelabuhan yang sedang membutuhkan anak magang. Kerja dari jam empat pagi sampai sore.
Saat itu Rodrigo sedang menginjak bangku SMK, ia sering ketiduran di kelas, nilai jelek, dan datang terlambat. Tetapi tangan nya cepat belajar memperbaiki mesin kapal. Suatu hari, ia nekat membongkar mesin speedboat milik Alex, seorang preman pelabuhan. Alih-alih memperbaiki, ia justru membuat kekacauan hingga mesin speedboat itu rusak parah. Siapa yang bisa menebak. Rodrigo harus mengganti rugi dengan kerja rodi selama setahun. Namun justru di situlah dia belajar trik-trik mesin yang tidak diajarkan di sekolah. Pada usia 20 tahun, ia mampu mendirikan bengkel kecil di halaman rumah, dan menerima servis kapal-kapal nelayan.
Pada usianya yang ke 26 tahun, Rodrigo selalu bangun jam tiga pagi setiap hari. Bengkelnya yang dahulu hanya gubuk sekarang memiliki dua mekanik bayaran, yaitu Marcus dan James. Ia masih tinggal di rumah lamanya, dengan kamarnya yang dipenuhi buku manual mesin kapal bekas yang dikoleksinya. Sewaktu Mira kuliah di kota, biayanya separuh dari penghasilan bengkel. Pada malam-malam tertentu, Rodrigo duduk di dermaga yang sama seperti dahulu, merokok sambil melihat lampu kapal di kejauhan, terkadang Rodrigo masih memikirkan ayahnya yang sudah lama menghilang dimusim angin barat pada tahun 2012. Orang-orang bilang dia keras kepala tetapi ia selalu menepati janji. Rodrigo masih ada satu mimpi yang disimpan rapat, ia menyimpan suatu mimpi yang besar yaitu membeli kapal sendiri.
Questions
Character Story Pertama: No
Durasi bermain di JG:RP: 3 tahun lebih
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
Tidak ada
Account Forum yang saya miliki:
Rodrigo_Reyes
Saya Rodrigo_Reyes selaku pemilik account UCP cod27 bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Rodrigo Reyes) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.