Baron_Duval
Baron Duval, adalah seorang remaja laki-laki yang lahir di sebuah kota terpencil di negara Samoa. Ia lahir di kota Siuniu pada tanggal 28 Februari 2006. Kehidupan Baron di Siuniu bisa dibilang cukup sederhana, meskipun dikelilingi oleh keindahan alam yang memukau, ia mulai terasa monoton dan bosan. Sejak kecil, Baron adalah seorang pemimpi, namun ia tidak tertarik dengan ombak atau jaring ikan, melainkan tertarik dengan majalah-majalah bekas dan siaran radio samar-samar yang berhasil ia dengar. Matanya tidak tertuju pada lautan, melainkan pada foto-foto Gedung perkotaan, lampu neon yang terang, dan hiruk pikuk lalu lintas. Ia sering memperhatikan turis yang datang, mengagumi pakaian mereka, teknologi canggih, dan yang terpenting, aura kesibukan yang mereka bawa. Dalam hati kecilnya, Baron percaya bahwa kecerdasan dan rasa ingin tahunya akan sia-sia di Siuniu. Masa depannya yang sesungguhnya terletak di tempat yang lebih padat, lebih maju, dan lebih modern.
Rasa kemauannya untuk meninggalkan desa tempat ia lahir, sudah mencapai puncaknya setelah ia lulus sekolah menengah. Teman-temannya mengikuti jejak orang tua mereka sebagai nelayan, petani, atau penjaga toko kecil. Baron menolak takdir itu. Ia menghabiskan berminggu-minggu mempelajari cara terbaik untuk mencapai Apia, ibukota Samoa, sebuah kota metropolitan yang ia yakini akan menjadi pintu gerbangnya. Menurut Baron, Apia dengan universitas, dan pusat bisnisnya, adalah tempat yang cocok untuk berkembang sempurna. Berbanding terbalik dari Siuniu yang sunyi. Ia mulai bekerja serabutan di pinggiran Siuniu, membantu mengangkut hasil panen dan menjual kerajinan tangan, dengan tekad bulat untuk mengumpulkan cukup uang agar bisa membayar biaya transportasi dan sewa kamar di kota. Tekadnya begitu kuat sehingga ia bahkan menjual beberapa barang warisan keluarga, sebuah keputusan yang menimbulkan sedikit ketegangan, namun ia yakin pengorbanan itu sepadan.
Tepat pada musim panas, dengan tas yang berisi uang hasil jerih payahnya dan beberapa lembar pakaian, Baron akhirnya siap untuk pergi. Perpisahan dengan kakek-neneknya berlangsung singkat dan emosional, tetapi sang kakek dan nenek melihat ambisi di mata cucu mereka. Baron menaiki bus pertama yang menuju ke utara, saat bus semakin dekat dengan Kota Apia, jantung Baron berdebar kencang. Lampu perkotaan mulai terlihat, tanda dimulainya kehidupan baru. Ia sadar merantau ke kota besar akan penuh tantangan, tetapi Baron Duval, yang kini hanya fokus pada hal baru, siap untuk menyusun masa depan yang ia inginkan.
Questions
Character Story Pertama: No
Durasi bermain di JG:RP: 1 - 2 tahun
URL Namechange:
Account UCP yang saya miliki:
mozanara
Account Forum yang saya miliki:
Mozanaraaa
Saya Mozanaraaa selaku pemilik account UCP mozanara bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Baron_Duval) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.