Hafiy_Azaf Posted 46 minutes ago Posted 46 minutes ago Shiraz Fettah Alkisah, di sebuah desa, di kota Fez, Maroko. Ada pasutri yang memiliki latar belakang bekerja di dunia digital. Seorang pria bernama Abdelfettah Benchenna, pakar media digital yang melakukan riset di bidang IT dan komunikasi. Dan wanita bernama Laila El-Mansouri, yang menjadi pionir penyiaran dan komunikasi. Mereka berdua adalah putra bangsa (Maroko) yang berprestasi dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkarir di Prancis. Sebagaimana Benchenna yang diterima menjadi dosen Ilmu Informasi dan Komunikasi di Université Sorbonne Paris Nord. Dan Laila yang berkarir di Radio et Télévision Marocaine menjadi Head of Broadcasting Operations.Mereka bertemu ketika Benchenna mendampingi guru besar kampusnya untuk menjadi narasumber di 2M TV (sebutan kantor Laila). Pada pertemuan tersebut, muncullah benih cinta di antara mereka. Pertemuan inilah yang membangun hubungan mereka ke arah serius. Dan di tahun 1998, mereka awalnya hanya sekedar berniat berkunjung ke rumah keluarga sekalian adanya kunjungan di Université Mohammed V. Namun Tuhan berkata lain. Mereka diberkahi dikaruniai seorang anak pertama yang bernama Shiraz Fettah. Dengan keadaan tersebut, 2M TV merekomendasikan Laila untuk dipindahtugaskan ke Société Nationale de Radiodiffusion et de Télévision. Awalnya, Laila senang dengan informasi itu. Namun, ketika Ayah Shiraz yaitu Benchenna, kembali ke Paris untuk melanjutkan kerjanya menjadi dosen. Mereka sekeluarga sedih mendengar hal tersebut. Kisah di awal hidupnya ini yang membangun Shiraz mandiri. Karena ayahnya yang selalu menekankan bahwa dia harus menjaga dirinya, ibunya, dan bahkan pada akhirnya dia mempunyai adik (berjarak 5 tahun) yaitu Nadiya Lazzouni. Hal-hal tersebut membentuk Shiraz yang ingin mencapai cita-cita setinggi mungkin. Karena Shiraz tidak mau melihat keluarganya terpuruk dalam kesedihan, padahal mereka bukanlah orang yang susah, terutama secara ekonomi. Sedari kecil, Shiraz menjadi pribadi yang suka bersosialisasi. Dia juga menyukai menganalisa lingkungan. Bahkan, ketika ada kesempatan untuk berjualan, maka dia akan mengambil kesempatan tersebut. Hingga akhirnya, dia mengejar pendidikannya semasa SMA di Lycée Jean de La Fontaine. Shiraz mengambil jurusan Sciences Économiques et de Gestion. Dengan jalur yang mengarah pada bidang pemasaran, dan dia yang sering bekerjasama dengan ayahnya dalam projek sistem informasi berbasis pemasaran. Selama masa SMAnya, dia membangun portofolionya di bidang sistem informasi. Projek yang ia dapat awalnya dari ayahnya yang sering mendapatkan tawaran riset dari rekan-rekan dosen di kampus Paris tersebut. Melihat hasil projek Shiraz yang memuaskan, tawaran projek bagi Shiraz juga datang dari Maroko. Dimana banyak rekan-rekan dan relasi ibunya yang mendengar projek berskala internasional tersebut mendapatkan rating memuaskan. Shiraz sempat bercerita pada ayah dan ibunya ketika di Paris. Ia mengatakan bahwa kehidupannya cukup melelahkan. Dan di sini, ibunya yang merupakan orang penyiaran, menyampaikan hal yang tak terduga. Laila tahu bahwa Shiraz menjadi dewasa bukan karena dia sekedar bertambah umurnya. Namun pengalamannya yang bertambah seiring waktu, yang membuatnya mau bercerita di depan keluarga kecilnya itu. Dan setelah kerja kerasnya di akhir sekolah, ia mendapatkan beasiswa yang bergengsi. Tidak tanggung-tanggung, Shiraz mendapatkan tawaran beasiswa dari ESCP Business School Paris dan University of University of Los Santos (ULSA). Dia mengetahui bahwa ULSA memiliki lulusan yang berprestasi seperti Steve Chen, Devika Bulchandhani dan George Lucas. Dengan pendidikannya di bidang ilmu komunikasi dan pemasaran digital yang berkelas ini, Shiraz menjadi pria mandiri yang tidak mengandalkan kekayaan orang tuanya. Ia rela bekerja keras dengan menjadi supir truk, maupun menjadi marketing staff di awal karirnya di Yuugure Keisha Corp. Sebagaimana di akhir masa sekolahnya. Dia teringat, dia selalu bekerja keras di fase hidupnya. Hingga di titik terendahnya, ketika dia menelpon handphone ayahnya, ia kaget diangkat oleh adiknya. Shiraz berkaca-kaca setelah lama tidak menghubungi keluarganya. Dan dia merasakan kekuatan itu kembali, untuk berprestasi di negara Paman Sam itu. Setelah 3,5 tahun studi, dia lulus dengan IPK 3,86. Dia bangga, keluarganya bahkan adik tercintanya yaitu Nadiya, hadir memberikannya selamat. Suasana haru keluarga Fettah tidak terhindarkan. Dia izin kepada orang tuanya untuk melanjutkan karirnya di San Andreas, karena dia melihat masa depannya di sini. Selanjutnya, ia tak sabar untuk segera menerapkan ilmunya di bidang ilmu komunikasi dan penyiaran tersebut. Selamat datang di Los Santos, Shiraz Fettah! Questions Character Story Pertama: No Durasi bermain di JG:RP: 3 tahun lebih URL Namechange: https://jogjagamers.org/topic/384587-cn-herault-santos-to-shiraz-fettah-syucersmamba/ Account UCP yang saya miliki: Tidak ada Account Forum yang saya miliki: Saya Hafiy_Azaf selaku pemilik account UCP syucersmamba bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Shiraz Fettah) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.
Recommended Posts
Create an account or sign in to comment
You need to be a member in order to leave a comment
Create an account
Sign up for a new account in our community. It's easy!
Register a new accountSign in
Already have an account? Sign in here.
Sign In Now