Satria Adi Posted 56 minutes ago Posted 56 minutes ago Oliver Vinecourt Oliver Vinecourt lahir di keluarga sederhana yang menggantungkan hidup dari sebuah bengkel bernama Black Street milik ayahnya, Lee Vinecourt, di Desa Palmino. Bengkel itu sudah seperti rumah keduanya. Hampir setiap pulang sekolah ia langsung ke sana, kadang masih mengenakan seragam. Sementara teman-temannya bermain di lapangan, Oliver malah duduk di dekat ayahnya sambil memperhatikan mesin yang sedang dibongkar. Bau oli, suara besi yang saling beradu, sampai lantai yang dipenuhi peralatan sudah jadi hal biasa baginya. Sesekali Lee memanggil, "Liv, ambilin kunci pas nomor dua belas, cepat." Oliver langsung berlari mencari. "Ini, Yah." Hal sederhana seperti itu saja sudah cukup membuatnya senang karena merasa benar-benar ikut membantu. Rasa ingin tahunya tidak pernah habis. Hampir setiap hari ada saja yang ditanyakan. Kenapa suara mesin mobil ini halus, sedangkan yang itu terdengar kasar? Kok mobil bisa tiba-tiba mogok? Lee meladeni pertanyaan itu satu per satu. Kalau pekerjaan sedang tidak banyak, ia mengajak Oliver melihat isi mesin dari dekat. Sedikit demi sedikit Oliver mulai paham cara mengganti oli, melepas roda, sampai mengenali fungsi beberapa komponen dasar. Mark Vinecourt juga sering ikut mengajarinya. Pernah suatu kali baut yang dipasang Oliver ternyata belum cukup kencang. Ia menggerakkannya pelan lalu mengernyit. "Lho... kok masih goyang?" Lee cuma tertawa kecil. "Coba dicek lagi. Pelan-pelan saja." Setelah diperiksa ulang, Oliver menemukan sendiri letak kesalahannya. Rasanya jauh lebih puas dibanding langsung diberi jawabannya. Satu malam masih sering teringat olehnya. Sepulang dari Black Street, beberapa mobil melintas di jalan depan Desa Palmino. Suara mesinnya bermacam-macam. Ada yang lembut, ada juga yang menggelegar sampai terdengar dari kejauhan. Oliver berhenti begitu saja di pinggir jalan. Pandangannya mengikuti mobil-mobil itu sampai lampu belakangnya hilang. "Enak juga suaranya," gumamnya pelan. Rasa penasarannya makin besar. Kalau menemukan buku bekas tentang mesin, pasti dibaca sampai selesai. Begitu bisa mengakses internet, ia mulai mencari artikel dan video, lalu mencoba memahami apa yang baru dipelajarinya saat kembali ke bengkel. Pada tahun 2018, Lee membawa pulang sebuah Mitsubishi Lancer Evolution IX keluaran 2005. Kondisinya cukup memprihatinkan. Catnya kusam, beberapa bagian rusak, dan banyak orang menganggap mobil itu sudah tidak layak diperbaiki. Lee justru melihat hal yang berbeda. Menurutnya, mobil itu masih punya kesempatan untuk hidup lagi. Pengerjaannya memakan waktu berbulan-bulan. Ada hari ketika semuanya berjalan lancar, tetapi ada juga saat mereka harus membongkar ulang karena hasilnya belum sesuai. Oliver membantu sebisanya. Kadang membersihkan komponen, mengambil alat, atau hanya berdiri memperhatikan sambil mengingat setiap langkah. Lalu tibalah hari ketika mesin itu akhirnya menyala. Oliver spontan menoleh ke arah ayahnya. Lee membalas tatapannya sambil tersenyum tipis. "Akhirnya hidup juga." Oliver ikut tersenyum lebar. Tidak perlu banyak kata. Mereka sama-sama tahu betapa panjang proses yang sudah dilewati. Rasa penasaran pernah membawa Oliver melihat balapan jalanan tanpa sepengetahuan Lee maupun Mark. Awalnya ia cuma ingin tahu seperti apa suasananya. Beberapa kali ia datang sebagai penonton, bahkan sempat mencoba merasakan lintasan. Semuanya berubah dalam satu malam. Seorang pembalap kehilangan kendali dan mengalami kecelakaan tepat di depan matanya. Sorakan yang memenuhi jalan mendadak hilang. Oliver hanya berdiri diam. Tangannya terasa dingin. "Udah... cukup," batinnya. Malam itu juga ia memutuskan tidak akan kembali lagi ke balapan liar. Sebagian besar waktunya kembali dihabiskan di Black Street. Selain membantu ayah dan kakaknya, ia juga belajar di beberapa bengkel lain untuk menambah pengalaman. Di sana ia bertemu berbagai jenis kerusakan kendaraan dan belajar banyak hal, mulai dari sistem kelistrikan, penyetelan kaki-kaki, sampai mencari sumber masalah mesin. Tentu ada pekerjaan yang harus diulang karena ada bagian yang terlewat. Rasanya kesal. Mau bagaimana lagi. Justru dari situ ia belajar lebih teliti. Pengalamannya terus bertambah setiap kali menghadapi masalah yang berbeda. Memasuki tahun 2025, Oliver memutuskan merantau ke Monarch State untuk mencari pengalaman baru. Meninggalkan Black Street bukan keputusan yang ringan. Hampir seluruh masa kecilnya ada di tempat itu. Sebelum berangkat, mereka duduk cukup lama di depan bengkel. Tidak banyak yang dibicarakan. Lee akhirnya menepuk bahu putranya. "Ingat, jangan cepat puas. Masih banyak yang harus dipelajari." Oliver mengangguk pelan. "Iya, Yah." Kalimat itu terus terngiang selama perjalanan meninggalkan Desa Palmino. Ia membawa bekal pengalaman, ilmu yang dipelajari bertahun-tahun, dan harapan agar suatu hari nanti nama Black Street dikenal lewat hasil kerja tangannya sendiri. Questions Character Story Pertama: Ya Durasi bermain di JG:RP: 1 - 3 bulan URL Namechange: Account UCP yang saya miliki: prastyo Account Forum yang saya miliki: Satria Adi Saya Satria Adi selaku pemilik account UCP prastyo bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Oliver Vinecourt) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.
Recommended Posts
Create an account or sign in to comment
You need to be a member in order to leave a comment
Create an account
Sign up for a new account in our community. It's easy!
Register a new accountSign in
Already have an account? Sign in here.
Sign In Now