Jump to content
IP BARU: 104.234.180.158:7777 ×

Acosta_Jane [Bukkkk]

Topic will be automatically locked at 02:50 PM


Recommended Posts

Posted

Acosta_Jane


 

cs.jpg

 

  Di luar gerbang Los Santos yang berkilau, ada seorang pemuda bernama Acosta Jane. Ia lahir di gubuk reyot di tepi sungai kecil, jauh dari hiruk-pikuk kota. Ayahnya hanya seorang buruh tani yang sakit-sakitan, ibunya menjual sayur keliling untuk menyambung hidup. Sejak kecil, Acosta sudah terbiasa dengan kekurangan. Sepatu robek ia jahit sendiri, mainan dari kayu sisa ia ukir dengan pisau, dan ketika sepeda tua ayahnya rusak, ia belajar membongkar mesinnya hanya dengan naluri dan rasa penasaran yang membara. Pada usia dua puluh tahun, Acosta mengambil keputusan besar. Ia mengemas satu baju ganti, selembar foto ibu, dan uang hasil tabungan dari menjual ayam peliharaannya. Ia naik bis antarkota menuju Los Santos kota impian yang selama ini hanya ia lihat di televisi bekas tetangga. Setibanya di sana, ia disambut oleh gedung-gedung tinggi yang menenggelamkan matahari, mobil-mobil mengkilap yang melaju begitu cepat, dan orang-orang yang sibuk dengan dunianya masing-masing. Acosta tersesat. Ia tidak punya siapa pun. Malam pertama, ia tidur di bangku taman dengan jaket tipis sebagai selimut. Hari berganti hari, ia mencari pekerjaan ke sana kemari. Toko, restoran, gudang semua menolaknya karena ia tak punya ijazah dan berpakaian lusuh. Hingga suatu pagi, di sebuah gang sempit, ia melihat sebuah bengkel kecil dengan papan nama usang. Seorang mekanik paruh baya sedang kebingungan di bawah kap mobil yang mengeluarkan kepulan asap hitam. Tanpa pikir panjang, Acosta mendekat dan menawarkan bantuan. Ia hanya bermodal pengalaman memperbaiki mesin pompa air dan traktor tua di desa, tetapi tangannya bergerak dengan yakin. Dalam waktu kurang dari satu jam, ia menemukan selang bahan bakar yang bocor dan menggantinya dengan potongan selang bekas yang ia temukan di sudut bengkel. Mesin menyala kembali. Mekanik itu terdiam, lalu mengangguk kagum.

  Sejak hari itu, Acosta diterima bekerja di bengkel tersebut. Upahnya kecil, hanya cukup untuk menyewa kamar petak yang atapnya bocor dan makan nasi bungkus dua kali sehari. Namun ia tidak pernah mengeluh. Setiap malam, setelah bengkel tutup, ia tinggal lebih lama untuk membersihkan peralatan dan membaca buku-buku mesin usang yang ia temukan di tumpukan sampah. Ia merawat setiap alat seolah itu miliknya sendiri. Ia memperlakukan setiap mobil yang datang dengan penuh tanggung jawab, sebesar apapun atau sekecil apapun kendaraannya. Pelanggan mulai memperhatikan ketelitiannya. Mereka percaya karena Acosta tidak pernah memotong biaya atau mengganti suku cadang tanpa izin. Kejujuran adalah satu-satunya modal yang ia miliki selain keterampilan.Perlahan, namanya mulai dikenal di kalangan pengendara di daerah itu. Bukan sebagai mekanik hebat, tetapi sebagai pemuda miskin yang bekerja dengan hati. Suatu malam, seorang pengusaha kaya datang dengan mobil mewahnya yang mogok tepat di depan bengkel. Setelah memperbaikinya, pengusaha itu terkesan dan menawarkan Acosta untuk menjadi kepala mekanik di perusahaan besarnya dengan gaji berlipat ganda. Acosta tersenyum sopan, lalu menolak dengan halus. "Saya ingin membangun sesuatu dari nol, Pak," katanya. "Saya belum pantas untuk itu."Penolakan itu bukan karena sombong, tetapi karena Acosta sadar bahwa kesuksesan bukan tentang seberapa cepat ia melompat, melainkan seberapa dalam akar yang ia tanam. Ia ingin kelak, ketika ia benar-benar berdiri sendiri, ia bisa melihat ke belakang dan berkata bahwa semua itu ia raih dengan tangannya sendiri bukan karena belas kasihan atau jalan pintas.Kini, setelah lima tahun merantau, Acosta Jane telah memiliki bengkel kecil di pinggiran Los Santos. Atapnya memang seng, dindingnya dari kayu bekas, tetapi setiap pagi ia membukanya dengan senyum. Ia sering memberi diskon besar kepada pengemudi ojek dan tukang sayur yang ia tahu hidupnya tak kurang sulit dari dirinya dulu. Di dinding bengkelnya, ia memasang foto ibunya yang sudah tiada. Di bawah foto itu tertulis kalimat yang ia ukir sendiri: "Kemiskinan adalah tempat lahir, bukan tujuan."Cerita Acosta Jane adalah cerita tentang seorang anak desa yang tidak pernah kehilangan arah meskipun kota berusaha menelannya. Ia tidak menjadi kaya raya, tetapi ia menjadi manusia yang utuh. Ia tidak terkenal, tetapi ia dihormati. Dan di sudut Los Santos yang sering dilupakan orang, ia membuktikan bahwa mimpi tidak harus selalu berwarna emas; kadang mimpi yang paling indah adalah yang dibangun dari keringat, kesabaran, dan harga diri.

 

 


 

Questions

Character Story Pertama: Ya

Durasi bermain di JG:RP: 1 - 3 bulan

URL Namechange:

Account UCP yang saya miliki:
Tidak ada

 

Account Forum yang saya miliki:

 


 

Saya Bukee selaku pemilik account UCP Bukkkk bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Acosta_Jane) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
×
×
  • Create New...