Tigin Sawala Posted 47 minutes ago Posted 47 minutes ago UCP Name: ardena Old Character: Nabil Hayes Old Character Story: https://jogjagamers.org/topic/377356-nabil_hayes-ardena/#comment-3838702 New Character: Arthur Pierce Gender: Laki-laki (Male) Origin: United States of America Reason for name change request: Terdapat crime record saat menjadi anggota faction LSFD Screenshots of '/myid' and '/mp': Bukti /myid /mp CK Story: Spoiler Shift itu sudah cukup panjang. Nabil Hayes baru saja menyelesaikan tugasnya dan menerima pujian singkat dari Chief Mickaell Shadwell sebelum disuruh pulang. Tapi Nabil tidak pulang. Ia tidak punya kemewahan itu. Kebutuhan hidup tidak berhenti karena shift sudah selesai, dan Nabil tahu betul bahwa satu pekerjaan saja tidak pernah cukup. Malam itu ia memilih mengambil setir truk sebagai trucker, mengabaikan peringatan sang Chief bahwa pekerjaan sampingannya menyimpan risikonya sendiri. Nabil tersenyum, mengangguk, lalu melangkah keluar ke udara malam yang dingin. Di luar, ia bertemu Liona Berlin yang kebetulan tidak punya rencana malam itu. Mendengar Nabil akan menempuh perjalanan jauh seorang diri, Liona memutuskan untuk ikut tanpa banyak basa-basi. Mereka menaiki truk kuning besar dan mulai melaju membelah jalanan yang sepi. Di dalam kabin, keduanya membicarakan kasus pencurian kendaraan yang belakangan ramai dibicarakan, kelompok bertopeng yang tidak segan melukai korban yang berani melawan. Percakapan itu terasa berat untuk obrolan malam, tapi relevan. Mereka sepakat untuk tetap waspada dan berharap perjalanan malam itu berlalu tanpa insiden. Harapan itu tidak bertahan lama. Belum jauh dari kota, dua kendaraan mencegat truk mereka dari depan dan belakang. Orang-orang bertopeng keluar sambil mengacungkan Remington 870. Nabil mencoba kabur, menginjak gas dalam-dalam, tapi kawanan itu berhasil mengepung dan memblokir jalur hingga truk terpaksa berhenti di sisi jalan yang gelap. Liona sempat kabur lebih dulu sebelum para penjahat mengamankan situasi sepenuhnya. Nabil memilih berdiri dan menghadapi mereka, bahkan sempat memukul salah satu topeng sebelum mereka menindaknya. Ia mencoba lari. Peluru pertama menghantam kakinya, lalu bahunya. Ia jatuh ke aspal. Masih sadar, masih berbicara, ia melontarkan kata-kata terakhirnya ke arah para penjahat itu sebelum salah satu dari mereka menutup semuanya dengan satu tembakan ke dadanya. Setelah itu hanya ada sunyi. Ketiga penjahat bergerak cepat, membungkus tubuh Nabil dengan kain hitam, memasukkannya ke bagasi, lalu pergi menembus kegelapan menuju markas mereka. Di aspal sisi jalan itu, hanya tersisa noda merah yang perlahan mengering di bawah langit penuh bintang, tanpa saksi, tanpa suara. CK Screenshots: Bukti
Recommended Posts
Create an account or sign in to comment
You need to be a member in order to leave a comment
Create an account
Sign up for a new account in our community. It's easy!
Register a new accountSign in
Already have an account? Sign in here.
Sign In Now