davin sammyraharjo Posted 53 minutes ago Posted 53 minutes ago Jimar_Gordon Jimar Gordon lahir tanggal 9 Juni 2001, di pagi yang katanya masih berkabut. Bukan kabut biasa—kabut laut, yang dingin dan asin, yang merayap masuk ke sela-sela dinding kayu rumah mereka tanpa permisi. Ia tumbuh di pesisir yang tidak punya banyak hal untuk dibanggakan. Beberapa deretan rumah papan, perahu-perahu yang catnya sudah mengelupas, dan suara ombak yang terdengar siang malam sampai kamu berhenti menyadarinya. Ibunya, Mara, seorang pembuat perahu. Tangannya kasar, bicaranya jarang, tapi perahunya tidak pernah bocor. Ayah Jimar? Pergi ke laut waktu Jimar masih terlalu kecil untuk mengingat wajahnya dengan jelas. Yang tersisa hanya satu-dua cerita dari ibunya, dan perasaan aneh setiap kali Jimar berdiri terlalu dekat dengan air. Jimar bukan tipe anak yang ribut. Ia lebih suka mengamati—arah angin berubah, ombak yang tiba-tiba bergerak berbeda, langit yang warnanya tidak beres. Entah dari mana, ia sering tahu sesuatu akan terjadi sebelum terjadi. Orang-orang bilang kebetulan. Jimar tidak terlalu peduli mereka pikir apa. Suatu sore, air surut lebih jauh dari biasanya. Di balik batu karang yang jarang terlihat, Jimar menemukan bangkai kapal tua—kayu lapuk, tali membusuk, bau garam yang menyengat. Di antara reruntuhan itu ada kompas kecil. Jarumnya hilang. Tidak ada gunanya, secara teknis. Tapi Jimar memasukkannya ke saku dan membawanya pulang. Setelah itu, mimpi-mimpinya berubah. Selalu tentang laut. Selalu tentang arah. Kompas itu tidak pernah menunjukkan apa-apa, tapi anehnya, setiap kali Jimar bingung harus melangkah ke mana—ia tahu. Waktu ia enam belas tahun, beberapa orang asing muncul di pesisir. Mereka menanyakan soal kapal karam dan benda-benda lama. Jimar tidak ikut bicara, tapi ia mendengar. Dan dari apa yang ia dengar, ia mulai curiga kompas itu bukan sekadar besi tua tanpa jarum. Malam sebelum orang-orang itu pergi, Jimar membereskan sedikit barang. Tidak banyak. Kompas itu ia taruh paling atas. Ia tidak pergi karena ingin jadi pahlawan. Ia pergi karena diam terasa seperti pilihan yang lebih berbahaya. Laut sudah mengambil ayahnya. Mungkin sudah waktunya Jimar pergi mencari tahu kenapa. Questions Character Story Pertama: No Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan URL Namechange: Account UCP yang saya miliki: Tidak ada Account Forum yang saya miliki: Saya davin sammyraharjo selaku pemilik account UCP dapinjago bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Jimar_Gordon) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.
Recommended Posts
Create an account or sign in to comment
You need to be a member in order to leave a comment
Create an account
Sign up for a new account in our community. It's easy!
Register a new accountSign in
Already have an account? Sign in here.
Sign In Now