Jump to content
IP BARU: 104.234.180.158:7777 ×

Connor_Richards [Reza014]

Topic will be automatically locked at 09:41 PM


Recommended Posts

Posted (edited)

Connor Richards


 

 



Connor Richards, lahir pada 27 November 1997, adalah seorang intel lapangan yang menjalankan operasi penyamaran di sebuah desa terpencil bernama Dilimore. Warga desa hanya mengenalnya sebagai pria misterius yang hidup sebatang kara dengan penampilan berantakan. Ia selalu mengenakan hoodie lusuh, celana panjang yang telah sobek di beberapa bagian, berjalan tanpa alas kaki, dan memakai topeng bergaya gangster yang menutupi sebagian wajahnya. Di pundaknya tergantung karung kumal berisi barang-barang yang membuat orang mengira ia hanyalah pengumpul barang bekas. Tak seorang pun menyadari bahwa setiap langkahnya merupakan bagian dari operasi rahasia yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Di Desa Dilimore, Connor membaur dengan kehidupan masyarakat tanpa menarik perhatian. Ia menghabiskan hari-harinya berkeliling desa, duduk di sudut jalan, atau beristirahat di bangunan-bangunan kosong sambil mengamati keadaan sekitar. Warga menganggapnya sosok yang tak berbahaya, sehingga mereka berbicara bebas di hadapannya tanpa menyadari bahwa setiap informasi penting tersimpan rapi dalam ingatannya. Baginya, penyamaran adalah kunci utama keberhasilan. Selama identitasnya tetap menjadi rahasia, ia dapat terus mengawasi setiap ancaman yang muncul tanpa diketahui siapa pun.
Saat malam menyelimuti Desa Dilimore, Connor berubah menjadi sosok yang berbeda. Ia meninggalkan bayang-bayang jalanan untuk menjalankan tugasnya sebagai intel lapangan, memastikan setiap operasi berjalan sesuai rencana. Ketika fajar tiba, ia kembali mengenakan identitas gelandangannya dan menyusuri desa dengan langkah pelan, seolah tak memiliki tujuan hidup. Bagi warga Dilimore, Connor hanyalah pria bertopeng dengan pakaian lusuh yang hidup dari belas kasihan. Namun di balik topeng itu, tersimpan seorang agen yang mengorbankan identitasnya demi menjaga ketenangan desa tanpa pernah meminta pengakuan.

Connor Richards, lahir pada 27 November 1997, merupakan seorang intel lapangan yang ditugaskan menjalankan operasi penyamaran jangka panjang di sebuah desa terpencil bernama Dilimore. Misi itu bukan sekadar pengintaian biasa, melainkan operasi yang mengharuskannya menghapus seluruh jejak kehidupan lamanya. Sejak hari pertama menginjakkan kaki di desa tersebut, Connor berhenti menjadi seorang agen dan mulai menjalani kehidupan sebagai pria misterius yang hidup sebatang kara. Penampilannya sengaja dibuat semeyakinkan mungkin; hoodie lusuh yang sudah memudar dimakan waktu, celana panjang robek di beberapa bagian, kaki yang selalu bertelanjang meski jalanan berbatu, topeng bergaya gangster yang menutupi sebagian wajah, serta sebuah karung kumal yang selalu menggantung di pundaknya. Isi karung itu terlihat seperti barang-barang rongsokan hasil memulung, padahal di balik lapisan kain dan besi bekas tersimpan perlengkapan operasi yang disusun dengan sangat rapi. Warga Dilimore tak pernah menaruh curiga. Mereka mengenalnya sebagai pengembara pendiam yang sesekali meminta makanan, duduk di pinggir jalan, atau menghabiskan waktu di bangunan kosong yang telah lama terbengkalai. Anak-anak desa terkadang melempar candaan kepadanya, para pedagang hanya menganggapnya pelanggan yang tak mampu membeli apa pun, sementara orang-orang dewasa lebih memilih mengabaikan keberadaannya. Justru perlakuan itulah yang diinginkan Connor. Semakin dianggap tidak penting, semakin leluasa ia mengamati setiap perubahan yang terjadi di desa tanpa mengundang perhatian sedikit pun.

Hari demi hari berlalu dengan rutinitas yang tampak membosankan bagi orang lain, namun bagi Connor setiap detik memiliki arti. Ia berjalan menyusuri jalanan berbatu, melewati ladang, pasar kecil, hingga dermaga tua sambil menghafal setiap sudut Dilimore. Ia mengenali kebiasaan setiap warga, mengetahui siapa yang selalu pulang larut malam, siapa yang sering menerima tamu asing, hingga rumah mana yang lampunya tetap menyala menjelang subuh. Semua informasi itu disimpan di dalam ingatannya tanpa pernah ditulis di atas kertas. Connor tahu bahwa kesalahan sekecil apa pun dapat membuka penyamarannya. Karena itu ia selalu menjaga perannya dengan sempurna. Ia sengaja berbicara seperlunya, berjalan sedikit membungkuk, bahkan membiarkan dirinya kehujanan tanpa mencari tempat berteduh agar citra seorang gelandangan tetap melekat di mata masyarakat. Di warung kopi, ia duduk diam di sudut ruangan sambil mendengarkan percakapan para warga yang mengira dirinya tidak memperhatikan. Dari sanalah ia mengetahui banyak hal yang tidak pernah sampai ke laporan resmi; mulai dari kemunculan orang-orang asing, transaksi mencurigakan, hingga desas-desus tentang kelompok kriminal yang diam-diam menjadikan Dilimore sebagai jalur persinggahan. Tak sedikit pula yang memandang Connor dengan rasa iba dan memberinya makanan atau pakaian bekas. Ia menerima semuanya dengan senyum tipis, meski dalam hati ia sadar bahwa setiap bentuk belas kasihan itu semakin memperkuat penyamarannya. Tak seorang pun pernah membayangkan bahwa pria bertopeng yang tampak tak memiliki masa depan itu sebenarnya adalah seseorang yang telah mengorbankan nama, keluarga, dan kehidupannya demi menjalankan sebuah misi yang bahkan tidak boleh diketahui oleh dunia.

Begitu matahari tenggelam dan jalanan desa mulai sepi, kehidupan Connor berubah sepenuhnya. Sosok gelandangan yang lemah dan pendiam menghilang bersama datangnya malam. Dengan tenang ia memasuki bangunan kosong yang selama ini dijadikan tempat berlindung, membuka karung lusuhnya, lalu mengeluarkan perlengkapan operasi yang tersembunyi di balik tumpukan barang bekas. Dalam hitungan menit, ia telah siap menjalankan tugas sebagai intel lapangan. Ia bergerak tanpa suara melewati gang-gang sempit, menyusuri hutan kecil di pinggir desa, hingga memantau titik-titik yang telah ditentukan jauh sebelum operasi dimulai. Connor tidak pernah bertindak gegabah. Baginya, keberhasilan sebuah misi bukan diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap, melainkan dari seberapa lama identitasnya mampu tetap tersembunyi. Beberapa kali ia berhasil menggagalkan penyelundupan dan mengirimkan informasi penting kepada atasannya tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Saat fajar mulai menyingsing dan ayam-ayam desa berkokok menyambut pagi, Connor kembali mengenakan hoodie lusuhnya, memasang topeng yang sama, lalu berjalan perlahan menyusuri jalan utama seolah baru bangun dari tidur di bangunan kosong. Warga yang melihatnya hanya menggelengkan kepala, menganggap hidupnya penuh kesengsaraan. Mereka tidak pernah tahu bahwa pria yang mereka remehkan setiap hari adalah alasan mengapa Desa Dilimore masih berdiri dengan damai. Connor Richards tidak membutuhkan penghargaan, tidak mengejar ketenaran, dan tidak mengharapkan siapa pun mengetahui siapa dirinya. Selama ancaman masih mengintai dari balik bayang-bayang, ia akan tetap hidup sebagai sosok yang terlupakan—seorang pria bertopeng dengan karung lusuh di pundaknya, yang diam-diam menjadi penjaga terakhir bagi Desa Dilimore.

 

 


 

Questions

Character Story Pertama: Ya

Durasi bermain di JG:RP: 1 - 3 bulan

URL Namechange:

Account UCP yang saya miliki:
Tidak ada

 

Account Forum yang saya miliki:

 


 

Saya Connor Richards selaku pemilik account UCP Reza014 bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Connor Richards) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.

Edited by Connor Richards
kurang dari 300 kata dan saya sudah koreksi
Posted

Mohon dijawab pertanyaan ini dengan JUJUR

1. Apakah Charater Story yang dibuat dengan bantuan AI?

2. Apakah Format Character Story sudah disesuaikan dengan ketentuan?

3. Apakah kamu membuat Character ini dengan pemikiran sendiri atau dibantu oleh orang lain?

4. Apakah kamu yakin hanya memiliki UCP ini saja?

Posted

1.Aku merangkai cerita nya sendiri tapi dibantu dengan ai sedikit agar tidak kaku kata-katanya 

2.Sudah ser 

3.Pemikiran sendiri terpikir diotak saya

4.Hanya ini saja ser saya gamau bnyak" ucp pusing fokus 1 aja

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
×
×
  • Create New...