Jump to content
JG:RP sedang menjadi korban serangan DDoS dengan skala besar. Kami masih menunggu balasan dari pihak provider terkait serangan ini. ×

Character Story Axxel Collins


Axxel

Recommended Posts

Posted

════════════════════════════════════════════════════════
                    CHARACTER STORY
════════════════════════════════════════════════════════

Nama Karakter  : Axxel Collins
Umur           : 30
Jenis Kelamin  : Male
Background     : Middle Class
Vibe           : Calm
Bahasa         : Bahasa Indonesia
Paragraf       : 4
Dibuat oleh    : axkeys7
Tanggal        : 03 Juni 2026

════════════════════════════════════════════════════════

    Axxel lahir tanggal 17 November 1993 di sebuah rumah sakit kecil di Bandung. Ayahnya, herman, bekerja jadi sopir truk pengiriman, sementara ibunya, yani, jualan kue keliling kompleks. Mereka tinggal di rumah kontrakan dua kamar yang dindingnya selalu lembab saat musim hujan. Axxel anak tengah, punya kakak perempuan bernama Tari yang cerewet banget dan adik laki-laki, dito, yang sering ngeyel. Dari kecil, axxel udah beda sendiri. Pas anak-anak lain nangis atau ngamuk, dia cuma diam, matanya keliatan mikir sesuatu yang gak pernah dia ceritain. "Anak ini dingin kayak es," kata tetangga sebelah suatu kali, dan Axxel cuma tersenyum tipis. Semuanya berubah pas Axxel umur 16. Herman pulang satu hari dengan mata merah dan bau alkohol, sesuatu yang gak pernah terjadi sebelumnya.

    "Kita bangkrut," katanya sambil melempar helm ke lantai. Yani nangis histeris di dapur, tari teriak minta penjelasan, dito kabur ke kamar. Axxel? Dia berdiri di pojok, tangan di kantong, wajah datar. Begitulah hidup. Tapi malam itu, buat pertama kalinya, dia gak bisa tidur, sementara jam 3 pagi, dia ketemu Herman di teras, merokok sendirian. "Aku gak mau jadi kayak lo," bisik Axxel, suaranya hampir gak kedengaran. Herman cuma tertawa pahit. Dua minggu abis itu, axxel mulai kerja part-time di bengkel motor tiga blok dari rumah.

    Tahun-tahun berikutnya berantakan, dan axxel drop out SMA, pindah ke Jakarta umur 19 dengan uang cuma 700 ribu. Tinggal di kosan kumuh di Manggarai, kenal Rudi yang jadi temen sekamar sekaligus debt collector bayaran. Sempat jadi kurir, sempat ditipu bos, sempat tidur di halte bus tiga hari berturut-turut. Tapi dia selalu punya cara bertahan. Ketemu Bu Siti yang punya warung nasi, akhirnya dibolehin kerja bayar makan saja. Tanpa disadari, ketemu juga Laras, cewek kampus yang ngajarinnya komputer di warnet. Gagal banyak, tapi Axxel tetap tenang sambil "Santai aja," itu selalu kata-katanya, bahkan pas dompetnya dicopet dan dia harus jalan kaki 15 kilometer pulang. Sekarang, di usia 30, axxel punya bengkel kecil di daerah Ciputat. Pagi-pagi dia sarapan nasi uduk langganan di warung Bu Suli, terus buka bengkel jam 8 tepat.

    Pelanggannya pada bilang dia itu mekanik yang sabar banget, jarang marah meski motor yang diperbaiki udah rusak parah. Tapi tetangga sebelah bengkel tahu, kadang malem-malem Axxel masih duduk di kursi plastik depan tokonya, ngeliatin foto lama keluarga yang diselipin di dompet. Masih ada nomor Herman di kontaknya, tapi belum pernah dihubungi sejak 5 tahun lalu. Kadang dia mikir, apa hidupnya bakal beda kalaupun dulu dia memilih marah, atau nangis, atau setidaknya berteriak. Tapi ya sudahlah. Besok pagi, seperti biasa, bengkel harus dibuka jam 8.
 

Guest
This topic is now closed to further replies.
×
×
  • Create New...