Sebagai orang yang menggemari dunia sastra dan senang membaca buku, tentunya saya juga sangat gemar menulis khususnya novel, cerpen dan prosa sejak masa sekolah dan kuliah dulu. Tapi sudah 2 kali character story saya ditolak admin dengan alasan buatan AI? Padahal itu semua murni tulisan yang berasal dari buah pemikiran saya.
Apakah seseorang yang menulis dengan kaidah kesusastraan harus selalu dicap sebagai pemakai AI?
Question
Philosophy
Sebagai orang yang menggemari dunia sastra dan senang membaca buku, tentunya saya juga sangat gemar menulis khususnya novel, cerpen dan prosa sejak masa sekolah dan kuliah dulu. Tapi sudah 2 kali character story saya ditolak admin dengan alasan buatan AI? Padahal itu semua murni tulisan yang berasal dari buah pemikiran saya.
Apakah seseorang yang menulis dengan kaidah kesusastraan harus selalu dicap sebagai pemakai AI?
8 answers to this question
Recommended Posts