Jump to content
JG:RP sedang menjadi korban serangan DDoS dengan skala besar. Kami masih menunggu balasan dari pihak provider terkait serangan ini. ×

Mason_Clark [Makilut354]


Recommended Posts

Posted (edited)

Mason Clark


 

 

Mason Clark tinggal di sebuah pedesaan kecil yang sunyinya seperti doa panjang. Rumah kayunya berdiri di tepi ladang gandum, dikelilingi pagar tua yang berdecit setiap kali angin pagi lewat. Di sanalah Mason tumbuh, belajar mengenali waktu dari arah matahari dan cuaca dari bau tanah. Hidup di desa mengajarkannya satu hal penting: kesederhanaan bukan kekurangan, melainkan cara lain untuk bertahan.

 

Namun, ladang tak selalu memberi jawaban atas kebutuhan sehari-hari. Musim kadang terlalu kering, kadang terlalu basah, dan harga hasil panen sering kali tak sebanding dengan jerih payah. Maka, setiap beberapa hari sekali, Mason mengemasi ransel lusuhnya, mengenakan jaket cokelat yang mulai pudar warnanya, lalu berjalan menuju halte bus kecil di ujung desa. Kota menunggunya bukan sebagai janji kemewahan, melainkan sebagai keharusan.

 

Di kota, Mason menjelma menjadi pejalan tanpa nama. Ia bekerja serabutan: mengangkat peti di pasar pagi, membersihkan bengkel hingga senja, atau mengantar barang dengan sepeda tua yang rantainya sering berdecit. Jalanan kota selalu riuh, berlawanan dengan ketenangan desa yang ia tinggalkan. Klakson, langkah kaki tergesa, dan lampu-lampu toko membuatnya merasa asing, seolah ia hanya singgah, bukan bagian dari denyut kota itu sendiri.

 

Meski begitu, Mason tak pernah benar-benar membenci kota. Di sanalah ia belajar tentang keteguhan. Setiap keringat yang jatuh adalah janji untuk dapur yang tetap mengepul di rumah kayunya. Setiap lembar uang yang ia lipat rapi di saku dalam jaketnya adalah tiket pulang pulang ke ladang, ke kesunyian, ke dirinya sendiri.

 

Saat senja turun, Mason selalu mencari tempat duduk di bangku taman kota. Ia menatap langit yang perlahan berubah jingga, membayangkan warna yang sama menyentuh ladangnya di desa. Ada jarak yang harus ia tempuh, ada lelah yang harus ia bayar, tetapi ada pula harapan yang tak pernah benar-benar padam.

 

Ketika malam datang, Mason kembali menaiki bus terakhir. Kota ditinggalkannya dengan segala hiruk-pikuknya, sementara desa menyambutnya dengan gelap yang ramah. Di rumah, ia menyalakan lampu kecil dan duduk sejenak, mendengarkan suara jangkrik yang setia. Di sanalah Mason mengerti: hidupnya adalah perjalanan bolak-balik antara dua dunia, dan di tengah kelelahan itu, ia menemukan arti bertahan.

 

 


 

Questions

Character Story Pertama: Ya

Durasi bermain di JG:RP: 6 bulan - 1 tahun

URL Namechange:

Account UCP yang saya miliki:
Makilut354

 

Account Forum yang saya miliki:

Muhammad Zaid 


 

Saya Muhammad Zaid selaku pemilik account UCP Makilut354 bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Mason Clark) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.

Edited by Muhammad Zaid
Revisi
Posted

Mohon dijawab pertanyaan ini dengan JUJUR

1. Apakah Charater Story yang dibuat dengan bantuan AI?

2. Apakah Format Character Story sudah disesuaikan dengan ketentuan?

3. Apakah kamu membuat Character ini dengan pemikiran sendiri atau dibantu oleh orang lain?

4. Apakah kamu yakin hanya memiliki UCP ini saja?

Posted
email_logo.pngJogjagamers Reality Project
Helper Team
Character Story

Dear @Muhammad Zaid,

 

I am writing to you in regards of your recently submitted character story, we have reviewed your character story and, as a result, have come to the decision to ACCEPT your request. Please read this guide to activate your character story In-Game via our UCP Website.

We hope that you may use this character story to further develop your character.

 

Sincerely,
@ZulRizki
JG:RP Helper Team

Guest
This topic is now closed to further replies.
×
×
  • Create New...