Marco Delaco Posted January 2 Posted January 2 (edited) Lethabo Ogie Pada 09 Agustus 2000, di sebuah daerah terpencil di Kota Afrika Selatan, lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Lethabo Ogie. Ia tumbuh di tengah keluarga sederhana. Ayahnya, seorang petani jagung dan gandum, dikenal pendiam namun disiplin, sementara ibunya mengurus rumah dan membantu ladang milik ayahnya. Sejak kecil, Lethabo Ogie terbiasa bangun sebelum matahari terbit, ikut ayahnya memeriksa irigasi sederhana, dan membersihkan gulma. Kehidupan mereka jauh dari kata mewah, tetapi hangat oleh kebersamaan. Tradisi makan malam tanpa listrik, hanya diterangi lampu minyak, menjadi ruang berbagi cerita dan nasihat. Lethabo Ogie belajar bahwa kerja keras bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan. Di sekolah kecil Afrika, ia bukan murid paling menonjol, namun dikenal jujur dan tekun. Keterbatasan biaya membuatnya jarang mengikuti kegiatan di luar sekolah, namun ia menerima keadaan itu tanpa banyak keluhan. Memasuki masa remaja, Lethabo Ogie mulai merasakan sisi keras kehidupan. Musim kering berkepanjangan pernah menghancurkan hampir seluruh panen keluarga, memaksa ayahnya menjual sebagian alat pertanian. Tekanan ekonomi membuat hubungan di rumah sempat renggang, dan Lethabo Ogie melihat langsung bagaimana orang tuanya berdebat tentang utang dan masa depan. Pada usia enam belas tahun, ia memilih berhenti sekolah lebih awal untuk membantu penuh di ladang. Keputusan itu tidak mudah, terutama ketika melihat teman-temannya pergi ke kota untuk mencari pekerjaan lain. Namun, Lethabo Ogie percaya bahwa keluarganya membutuhkan dirinya. Ia mulai belajar mengelola tanah dengan cara yang lebih efisien, mencoba metode tanam bergilir, dan memperbaiki saluran air seadanya. Beberapa kegagalan sempat membuatnya putus asa, termasuk kecelakaan kecil saat traktor tua mereka terguling, melukai lengannya, dan membuatnya tidak bisa bekerja selama berminggu-minggu. Saat beranjak dewasa, Lethabo dikenal sebagai petani muda yang tangguh di Afrika. Ia tidak mengejar kekayaan kota atau kekayaan instan, melainkan fokus menjaga lahan warisan keluarganya tetap produktif. Kematian ayahnya akibat sakit paru-paru menjadi pukulan berat, namun juga titik balik yang memaksanya mengambil tanggung jawab penuh sebagai kepala keluarga. Lethabo Ogie belajar berurusan dengan tengkulak, memahami harga pasar, dan sesekali bekerja serabutan untuk menutup kebutuhan. Ia bukan sosok tanpa cela; kelelahan dan frustrasi pernah membuatnya menjauh dari orang-orang terdekat. Namun, dari setiap kesalahan, ia belajar mengendalikan diri. Hidup Lethabo Ogie berjalan lambat, penuh debu dan keringat, tetapi nyata. Afrika, namanya mungkin tidak besar, namun ia dihormati sebagai seseorang yang berdiri di atas tanahnya sendiri, bertahan dengan kerja keras dan kejujuran. Questions Character Story Pertama: Yes Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan URL Namechange: Account UCP yang saya miliki: Marco221 Account Forum yang saya miliki: Marco Delaco Saya Marco Delaco selaku pemilik account UCP Marco221 bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Lethabo Ogie) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain. Edited January 3 by Marco Delaco
Lixzyyyyy Posted January 2 Posted January 2 Sebelum melanjutkan revisi, mohon dijawab pertanyaan di bawah ini: Apakah ini adalah pertama kali kamu membuat Character Story ? (Ya/Tidak) Sudah berapa lama kamu main JG:RP? ( Kurang dari 1 bulan / 1 - 3 bulan / 4 - 6 bulan / 6 bulan - 1 tahun / 1 tahun lebih / 3 tahun lebih / 5 tahun lebih ) Apakah character ini baru kamu buat atau baru melakukan prosess Namechange ? (Buat baru/Namechange) Apakah kamu memiliki account UCP selain yang kamu mainkan saat ini? (Ya/Tidak) Apakah kamu memiliki account Forum selain yang kamu pakai saat ini? (Ya/Tidak) Dimana tempat kamu bermain sekarang? (Di rumah / Di warnet) PENTING: Harap diperhatikan ketentuan dibawah ini! Menggunakan font yang mudah dibaca (Arial, Tahoma, atau Verdana). Font size: 14, dan jangan diberikan atribut berlebihan (Bold, Italic, atau Underline) Pastikan format penulisan Justify yaitu rata kanan-kiri menggunakan tombol pada toolbar di atas. Tidak boleh ada plagiarisme! ( Silahkan cari di internet untuk plagiarism checker, contoh: https://smallseotools.com/plagiarism-checker/ ) Ejaan, tanda baca, dan grammar harus sesuai dengan standar bahasa yang dipilih (Bahasa Indonesia atau English). Character story minimal harus memiliki 300 kata yang dipecah menjadi minimal 3 paragraph. Gunakan huruf kapital sesuai penempatan kata dan juga yang baik dan benar. Untuk mengubah story / cerita character kamu, gunakan feature edit yang sudah disediakan: Spoiler
Marco Delaco Posted January 2 Author Posted January 2 (edited) 14 minutes ago, Lixzyyyyy said: melanjutkan revisi, mohon dijawab pertanyaan di bawah ini: Apakah ini adalah pertama kali kamu membuat Character Story ? Ya Sudah berapa lama kamu main JG:RP? Kurang dari 1 bulan Apakah character ini baru kamu buat atau baru melakukan prosess Namechange ? Buat baru Apakah kamu memiliki account UCP selain yang kamu mainkan saat ini? Tidak cuman ini Apakah kamu memiliki account Forum selain yang kamu pakai saat ini? Cuman ini saja Dimana tempat kamu bermain sekarang? Warnet Reveal hidden contents Edited January 2 by Marco Delaco
Lixzyyyyy Posted January 3 Posted January 3 13 hours ago, Marco Delaco said: Pada 09 Agustus 2000, di sebuah daerah terpencil di Kota Afrika Selatan, lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama Lethabo Ogie. Ia tumbuh di tengah keluarga sederhana. Ayahnya, seorang petani jagung dan gandum, dikenal pendiam namun disiplin, sementara ibunya mengurus rumah dan membantu ladang milik ayahnya. Sejak kecil, Lethabo Ogie terbiasa bangun sebelum matahari terbit, ikut ayahnya memeriksa irigasi sederhana, dan membersihkan gulma. Kehidupan mereka jauh dari kata mewah, tetapi hangat oleh kebersamaan. Tradisi makan malam tanpa listrik, hanya diterangi lampu minyak, menjadi ruang berbagi cerita dan nasihat. Lethabo Ogie belajar bahwa kerja keras bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk bertahan. Di sekolah kecil Afrika, ia bukan murid paling menonjol, namun dikenal jujur dan tekun. Keterbatasan biaya membuatnya jarang mengikuti kegiatan di luar sekolah, namun ia menerima keadaan itu tanpa banyak keluhan. Memasuki masa remaja, Lethabo Ogie mulai merasakan sisi keras kehidupan. Musim kering berkepanjangan pernah menghancurkan hampir seluruh panen keluarga, memaksa ayahnya menjual sebagian alat pertanian. Tekanan ekonomi membuat hubungan di rumah sempat renggang, dan Lethabo Ogie melihat langsung bagaimana orang tuanya berdebat tentang utang dan masa depan. Pada usia enam belas tahun, ia memilih berhenti sekolah lebih awal untuk membantu penuh di ladang. Keputusan itu tidak mudah, terutama ketika melihat teman-temannya pergi ke kota untuk mencari pekerjaan lain. Namun, Lethabo Ogie percaya bahwa keluarganya membutuhkan dirinya. Ia mulai belajar mengelola tanah dengan cara yang lebih efisien, mencoba metode tanam bergilir, dan memperbaiki saluran air seadanya. Beberapa kegagalan sempat membuatnya putus asa, termasuk kecelakaan kecil saat traktor tua mereka terguling, melukai lengannya, dan membuatnya tidak bisa bekerja selama berminggu-minggu. Saat beranjak dewasa, Lethabo dikenal sebagai petani muda yang tangguh di Afrika. Ia tidak mengejar kekayaan kota atau kekayaan instan, melainkan fokus menjaga lahan warisan keluarganya tetap produktif. Kematian ayahnya akibat sakit paru-paru menjadi pukulan berat, namun juga titik balik yang memaksanya mengambil tanggung jawab penuh sebagai kepala keluarga. Lethabo Ogie belajar berurusan dengan tengkulak, memahami harga pasar, dan sesekali bekerja serabutan untuk menutup kebutuhan. Ia bukan sosok tanpa cela; kelelahan dan frustrasi pernah membuatnya menjauh dari orang-orang terdekat. Namun, dari setiap kesalahan, ia belajar mengendalikan diri. Hidup Lethabo Ogie berjalan lambat, penuh debu dan keringat, tetapi nyata. Afrika, namanya mungkin tidak besar, namun ia dihormati sebagai seseorang yang berdiri di atas tanahnya sendiri, bertahan dengan kerja keras dan kejujuran. Format penulisan Character Stories nya harap dibikin rata kanan kiri (Justify). Untuk cara edit nya lihat first reply post saya.
Lixzyyyyy Posted January 3 Posted January 3 17 hours ago, Marco Delaco said: Account Forum yang saya miliki: cuman ini Ini diisi nama Forum nya.
Lixzyyyyy Posted January 3 Posted January 3 Jogjagamers Reality Project Helper Team Character Story Dear @Marco Delaco, I am writing to you in regards of your recently submitted character story, we have reviewed your character story and, as a result, have come to the decision to ACCEPT your request. Please read this guide to activate your character story In-Game via our UCP Website. We hope that you may use this character story to further develop your character. Sincerely, @Lixzyyyyy JG:RP Helper Team
Recommended Posts