Jump to content
JG:RP sedang menjadi korban serangan DDoS dengan skala besar. Semua tanggung jawab terkait ini sudah diserahkan penuh ke pihak hosting provider. ×

[GUIDE] Helicopter flight procedures


Lanxy

Recommended Posts

Posted

INTRODUCTION 
spacer.png

 

     Helikopter adalah sebuah mesin yang sangat serbaguna, memungkinkan akses ke wilayah yang sulit dijangkau dan memberikan fleksibilitas dalam berbagai aplikasi, mulai dari transportasi umum hingga misi penyelamatan darurat. Namun, penggunaan helikopter membutuhkan pemahaman yang mendalam akan prosedur yang tepat untuk memastikan keselamatan penerbangan bagi awak dan penumpang. Dalam panduan ini, kami akan menguraikan serangkaian prosedur yang diperlukan sebelum, selama, dan setelah penerbangan helikopter, mulai dari pemeriksaan prapenerbangan hingga pelaporan pasca-penerbangan. Dengan mengikuti prosedur ini dengan teliti, Anda dapat memastikan bahwa setiap penerbangan helikopter dilakukan dengan aman dan efisien.


GEAR :

 

     Dalam penerbangan helikopter, terdapat beberapa peralatan atau "gear" yang diwajibkan untuk memastikan keselamatan dan kinerja helikopter. Berikut adalah beberapa gear yang diwajibkan:

 

  • Helm: Helm pelindung adalah perlengkapan keselamatan dasar yang wajib digunakan oleh pilot helikopter. Helm ini melindungi kepala dari cedera dalam kejadian benturan atau kecelakaan.
     

  • Seatbelt: Sabuk pengaman adalah perlengkapan wajib untuk semua awak pesawat selama penerbangan. Ini termasuk pilot dan penumpang helikopter. Sabuk pengaman membantu mengurangi risiko cedera saat terjadi turbulensi atau insiden.
     

  • Sarung Tangan: Sarung tangan pelindung adalah perlengkapan sederhana namun penting untuk pilot helikopter. Sarung tangan membantu melindungi tangan dari suhu dingin, gesekan saat mengoperasikan kontrol, dan bahaya lainnya.
     

  • Kacamata Pelindung: Kacamata pelindung dengan lensa anti-UV dan anti-kabut dapat membantu melindungi mata dari sinar matahari yang menyilaukan, debris terbang, dan kondisi cuaca ekstrem lainnya.
     

  • Headset Komunikasi: Headset komunikasi memungkinkan awak helikopter berkomunikasi dengan jelas dengan pengawas lalu lintas udara, pengontrol tanah, dan anggota kru lainnya. Ini sangat penting untuk menjaga koordinasi dan keselamatan selama penerbangan.


ALTITUDE LIMIT : 
 

 

     Altitude limit adalah batasan ketinggian maksimum di udara yang ditetapkan untuk wilayah tertentu atau jenis penerbangan tertentu. Ini adalah batas yang ditetapkan untuk menjaga keselamatan penerbangan dan mencegah tabrakan antara pesawat udara.

 

FLYING LIMIT : 

 

spacer.png 


NO FLY ZONE (For Airplanes) : 

 

spacer.png

 

TAKE OFF PROSEDUR :
 

  1. Pastikan helikopter dalam kondisi baik dan tidak ada kerusakan yang terlihat. Periksa juga bahan bakar dan oli.
  2. Periksa sabuk pengaman dan pastikan sudah terpasang
  3. Pastikan Radio frequensi dapat di dengar dengan jelas,  agar dapat di terima oleh Air Traffic Control (ATC)
  4. Laporkan penerbangan kepada Air Traffic Control (ATC) dengan menggunakan kode kendaran dengan cara melaporkan ke hotline 5-5-5 Sebagai ATC. (Karena di JGRP tidak ada system ATC jadi kita menggunakan hotline 5-5-5)


Radio take off example :

ATC, [Your Name] as pilot [Jenis heli & warna] requesting permission to take off from [Location] altitude of 500ft.

 

LANDING PROCEDURE :
 

  1. Kurangi kecepatan dan turunkan helikopter secara perlahan saat mendekati lokasi pendaratan.
  2. Pastikan untuk menjaga kontrol dan stabilisasikan helikopter saat mendekati permukaan.
  3. Pendaratkan helikopter dengan lembut dan pastikan mesin sepenuhnya dimatikan setelah pendaratan.
  4. Setelah mendarat, pastikan untuk memberikan laporan kepada Air Traffic Control (ATC) bahwa Anda telah mendarat dengan aman. Jika diperlukan, berikan informasi tambahan tentang keadaan helikopter setelah pendaratan. Pastikan juga radio frekuensi dapat didengar dengan jelas untuk komunikasi dengan Air Traffic Control (ATC). Laporkan pendaratan kepada Air Traffic Control (ATC) hotline 5-5-5.


Radio landing example :

ATC [Jenis Heli & warna] landed on [Location] helipad, engine fully stopped. Over.

 

 CLOSING

Terima kasih atas perhatiannya, dan semoga panduan ini bermanfaat bagi Anda dalam penerbangan helikopter . Selamat terbang dengan aman!

 

  • Like 1
  • Top 5
  • Thanks 1
Posted
8 minutes ago, Lanxy said:

 

TAKE OFF PROSEDUR :
 

  1. Pastikan helikopter dalam kondisi baik dan tidak ada kerusakan yang terlihat. Periksa juga bahan bakar dan oli.
  2. Periksa sabuk pengaman dan pastikan sudah terpasang
  3. Pastikan Radio frequensi dapat di dengar dengan jelas,  agar dapat di terima oleh Air Traffic Control (ATC)
  4. Laporkan penerbangan kepada Air Traffic Control (ATC) dengan menggunakan kode kendaran dengan cara melaporkan ke hotline 5-5-5 Sebagai ATC. (Karena di JGRP tidak ada system ATC jadi kita menggunakan hotline 5-5-5)


Radio take off example :

This is [Your Name], requesting permission to take off with from [Location] at an altitude of 500ft.

 

LANDING PROCEDURE :
 

  1. Kurangi kecepatan dan turunkan helikopter secara perlahan saat mendekati lokasi pendaratan.
  2. Pastikan untuk menjaga kontrol dan stabilisasikan helikopter saat mendekati permukaan.
  3. Pendaratkan helikopter dengan lembut dan pastikan mesin sepenuhnya dimatikan setelah pendaratan.
  4. Setelah mendarat, pastikan untuk memberikan laporan kepada Air Traffic Control (ATC) bahwa Anda telah mendarat dengan aman. Jika diperlukan, berikan informasi tambahan tentang keadaan helikopter setelah pendaratan. Pastikan juga radio frekuensi dapat didengar dengan jelas untuk komunikasi dengan Air Traffic Control (ATC). Laporkan pendaratan kepada Air Traffic Control (ATC) hotline 5-5-5.


Radio landing example :

This is [Your Name], with at [Location] helipad, engine fully stopped. Over.

 

 

 

Nice guide kakk, thanks infonyaaa.. Akhirnya gabakal ketilang lagi kalo naik helikopter

  • Lanxy changed the title to [GUIDE] Helicopter flight procedures
Posted
37 minutes ago, Lanxy said:

INTRODUCTION 
spacer.png

 

     Helikopter adalah sebuah mesin yang sangat serbaguna, memungkinkan akses ke wilayah yang sulit dijangkau dan memberikan fleksibilitas dalam berbagai aplikasi, mulai dari transportasi umum hingga misi penyelamatan darurat. Namun, penggunaan helikopter membutuhkan pemahaman yang mendalam akan prosedur yang tepat untuk memastikan keselamatan penerbangan bagi awak dan penumpang. Dalam panduan ini, kami akan menguraikan serangkaian prosedur yang diperlukan sebelum, selama, dan setelah penerbangan helikopter, mulai dari pemeriksaan prapenerbangan hingga pelaporan pasca-penerbangan. Dengan mengikuti prosedur ini dengan teliti, Anda dapat memastikan bahwa setiap penerbangan helikopter dilakukan dengan aman dan efisien.


GEAR :

 

     Dalam penerbangan helikopter, terdapat beberapa peralatan atau "gear" yang diwajibkan untuk memastikan keselamatan dan kinerja helikopter. Berikut adalah beberapa gear yang diwajibkan:

 

  • Helm: Helm pelindung adalah perlengkapan keselamatan dasar yang wajib digunakan oleh pilot helikopter. Helm ini melindungi kepala dari cedera dalam kejadian benturan atau kecelakaan.
     

  • Seatbelt: Sabuk pengaman adalah perlengkapan wajib untuk semua awak pesawat selama penerbangan. Ini termasuk pilot dan penumpang helikopter. Sabuk pengaman membantu mengurangi risiko cedera saat terjadi turbulensi atau insiden.
     

  • Sarung Tangan: Sarung tangan pelindung adalah perlengkapan sederhana namun penting untuk pilot helikopter. Sarung tangan membantu melindungi tangan dari suhu dingin, gesekan saat mengoperasikan kontrol, dan bahaya lainnya.
     

  • Kacamata Pelindung: Kacamata pelindung dengan lensa anti-UV dan anti-kabut dapat membantu melindungi mata dari sinar matahari yang menyilaukan, debris terbang, dan kondisi cuaca ekstrem lainnya.
     

  • Headset Komunikasi: Headset komunikasi memungkinkan awak helikopter berkomunikasi dengan jelas dengan pengawas lalu lintas udara, pengontrol tanah, dan anggota kru lainnya. Ini sangat penting untuk menjaga koordinasi dan keselamatan selama penerbangan.


ALTITUDE LIMIT : 
 

 

     Altitude limit adalah batasan ketinggian maksimum di udara yang ditetapkan untuk wilayah tertentu atau jenis penerbangan tertentu. Ini adalah batas yang ditetapkan untuk menjaga keselamatan penerbangan dan mencegah tabrakan antara pesawat udara.

 

FLYING LIMIT : 

 

spacer.png 


NO FLY ZONE (For Airplanes) : 

 

spacer.png

 

TAKE OFF PROSEDUR :
 

  1. Pastikan helikopter dalam kondisi baik dan tidak ada kerusakan yang terlihat. Periksa juga bahan bakar dan oli.
  2. Periksa sabuk pengaman dan pastikan sudah terpasang
  3. Pastikan Radio frequensi dapat di dengar dengan jelas,  agar dapat di terima oleh Air Traffic Control (ATC)
  4. Laporkan penerbangan kepada Air Traffic Control (ATC) dengan menggunakan kode kendaran dengan cara melaporkan ke hotline 5-5-5 Sebagai ATC. (Karena di JGRP tidak ada system ATC jadi kita menggunakan hotline 5-5-5)


Radio take off example :

This is [Your Name], requesting permission to take off with from [Location] at an altitude of 500ft.

 

LANDING PROCEDURE :
 

  1. Kurangi kecepatan dan turunkan helikopter secara perlahan saat mendekati lokasi pendaratan.
  2. Pastikan untuk menjaga kontrol dan stabilisasikan helikopter saat mendekati permukaan.
  3. Pendaratkan helikopter dengan lembut dan pastikan mesin sepenuhnya dimatikan setelah pendaratan.
  4. Setelah mendarat, pastikan untuk memberikan laporan kepada Air Traffic Control (ATC) bahwa Anda telah mendarat dengan aman. Jika diperlukan, berikan informasi tambahan tentang keadaan helikopter setelah pendaratan. Pastikan juga radio frekuensi dapat didengar dengan jelas untuk komunikasi dengan Air Traffic Control (ATC). Laporkan pendaratan kepada Air Traffic Control (ATC) hotline 5-5-5.


Radio landing example :

This is [Your Name], with at [Location] helipad, engine fully stopped. Over.

 

 CLOSING

Terima kasih atas perhatiannya, dan semoga panduan ini bermanfaat bagi Anda dalam penerbangan helikopter . Selamat terbang dengan aman!

 

Guide yang bagus nih, cocok banget buat player donatur yang awam baru memiliki helikopter. Kalua mau roleplay pakai heli bisa roleplay sesuai guide ini ahh mantap kalee lah ~

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now
×
×
  • Create New...