Jump to content
IP BARU: 104.234.180.158:7777 ×

All Activity

This stream auto-updates

  1. Past hour
  2. Jogjagamers Reality Project Helper Team Character Story Dear @Inzaghi Ibnu, I am writing to you in regards of your recently submitted character story, we have reviewed your character story and, as a result, have come to the decision to ACCEPT your request. Please read this guide to activate your character story In-Game via our UCP Website. We hope that you may use this character story to further develop your character. Sincerely, @Nadeez JG:RP Helper Team
  3. Jawab dengan JUJUR! Apakah kamu memiliki akun UCP lain selain dari Rezzel?
  4. Jawab dengan JUJUR! Apakah kamu memiliki akun UCP lain selain dari EugeneeEG?
  5. Jawab dengan JUJUR! Apakah kamu memiliki akun UCP lain selain dari natch10?
  6. Jawab dengan JUJUR! Apakah kamu memiliki akun UCP lain selain dari Dpinn?
  7. Jawab dengan JUJUR! Apakah kamu memiliki akun UCP lain selain dari JERIGZ?
  8. Jawab dengan JUJUR! Apakah kamu memiliki akun UCP lain selain dari snoopDG?
  9. Jawab dengan JUJUR! Apakah kamu memiliki akun UCP lain selain dari AvahIyah?
  10. Rudolf_Wyman The rain was coming down hard the night Rudolf Wyman was born, June 25th, 2005, the kind that makes car tires hiss on Los Santos streets. His mom, Alina, worked the overnight shift at a diner off Route 68, scraping grease off griddles until her hands cracked. Soon enough, his dad, Hector, did auto body work when he wasn't drinking. There was never enough money, but Rudolf learned early to keep his head down, to watch the numbers in the ledger his mom kept by the phone. His little sister Mary got all the big emotions in that house, crying loud over skinned knees while Rudolf just nodded and took out the trash without being asked. He was eight when he started making lists in a black notebook, writing down every car that passed their apartment window. It all came apart when Hector threw a wrench through the living room window one Tuesday in November. The glass shattered right over Rudolf's usual spot on the couch, pages of his notebook fluttering to the floor. "This family's a goddamn graveyard," Hector slurred before walking out for good. Alina didn't cry, just swept up the glass while Mary wailed. Rudolf picked up his notebook, smoothed the crumpled page where he'd been tracking gas prices. That night, lying awake at 3 AM, he decided two things: he'd never drink, and he'd own a decent sedan before he turned 20. Not that saying it out loud would've changed anything. The next three years were quiet in all the wrong ways. Alina worked double shifts, Mary started sneaking out with boys from school, and Rudolf took weekend jobs detailing cars for old man Ruiz down at the auto yard. He met Lina there, a mechanic's daughter who laughed at his terrible coffee but taught him how to change brake pads. When his notebook filled up, she gave him a new one with "shut up and write" stamped on the cover. He failed his driver's test twice before passing, hands sweating on the wheel both times. The day after graduation, Ruiz offered him full-time work, but standing in that grease-stained bay. Not that it mattered much. Rudolf realized he didn't want to spend his life waiting for other people's cars to break down. Now at 21, rudy wakes at 5:15 every morning without an alarm. He pours yesterday's reheated coffee into a thermos and walks three blocks to the bus stop where Mrs. Khatri always saves him a seat. The depot knows him as the quiet one who fixes spreadsheets no one else can figure out, the guy who still carries that black notebook everywhere. Some nights he drives Lina's old Corolla to the overlook near Vinewood; engine idling while he stares at city lights.. That's when the doubt creeps in, when he hears Hector's voice asking what kind of man wastes his life pushing papers. But then his phone buzzes, mari needing bail money again, alina asking if he's eaten, and he writes the amounts in his book like always. The notebook's almost full again. There's an application folded between pages 43 and 44, one for mechanic school up north, but every time he pulls it out something stops him. Maybe it's the way Lina rolls her eyes when he mentions leaving. Or how Alina's hands shake counting tip money at the diner these days. By then, or maybe it's simpler than that: Los Santos doesn't let go easy. Some nights he catches himself staring at that wrench mark still etched into the living room wall, wondering if running toward something is just another way of running away. Questions Character Story Pertama: Ya Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan URL Namechange: Account UCP yang saya miliki: Tidak ada Account Forum yang saya miliki: Saya ManXy selaku pemilik account UCP ManXy bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Rudolf_Wyman) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.
  11. Employee Name: Rivaldo Urena Activity Description: Mengecek stock
  12. This thread will portray the character development of Rafael Emiliano Anarquia as a battle-hardened veteran adapting to life in Los Santos—documenting his legal/illegal pursuits, personal struggles, and moral compromises.
  13. Character: Manuel Howard Waktu & Tanggal: 08/10/2026 Barang yang dibutuhkan: Petrol Tanker #544980 Saya membutuhkan refund karena: Kendaraan saya salah di Force destroy oleh admin @jarvis. Berikut adalah bukti yang berupa screenshot / video: Berikut adalah bukti chatlog:
  14. Apakah ini adalah pertama kali kamu membuat Character Story ? Tidak Sudah berapa lama kamu main JG:RP? Kurang dari 1 bulan Apakah character ini baru kamu buat atau baru melakukan prosess Namechange ? (Buat baru) Apakah kamu memiliki account UCP selain yang kamu mainkan saat ini? (Tidak) Apakah kamu memiliki account Forum selain yang kamu pakai saat ini? (Tidak) Dimana tempat kamu bermain sekarang? (Di rumah)
  15. Sebelum melanjutkan revisi, mohon dijawab pertanyaan di bawah ini: Apakah ini adalah pertama kali kamu membuat Character Story ? (Ya/Tidak) Sudah berapa lama kamu main JG:RP? ( Kurang dari 1 bulan / 1 - 3 bulan / 4 - 6 bulan / 6 bulan - 1 tahun / 1 tahun lebih / 3 tahun lebih / 5 tahun lebih ) Apakah character ini baru kamu buat atau baru melakukan prosess Namechange ? (Buat baru/Namechange) Apakah kamu memiliki account UCP selain yang kamu mainkan saat ini? (Ya/Tidak) Apakah kamu memiliki account Forum selain yang kamu pakai saat ini? (Ya/Tidak) Dimana tempat kamu bermain sekarang? (Di rumah / Di warnet) PENTING: Harap diperhatikan ketentuan dibawah ini! Menggunakan font yang mudah dibaca (Arial, Tahoma, atau Verdana). Font size: 14, dan jangan diberikan atribut berlebihan (Bold, Italic, atau Underline) Pastikan format penulisan Justify yaitu rata kanan-kiri menggunakan tombol pada toolbar di atas. Tidak boleh ada plagiarisme! ( Silahkan cari di internet untuk plagiarism checker, contoh: https://smallseotools.com/plagiarism-checker/ ) Ejaan, tanda baca, dan grammar harus sesuai dengan standar bahasa yang dipilih (Bahasa Indonesia atau English). Character story minimal harus memiliki 300 kata yang dipecah menjadi minimal 3 paragraph. Gunakan huruf kapital sesuai penempatan kata dan juga yang baik dan benar. Untuk mengubah story / cerita character kamu, gunakan feature edit yang sudah disediakan:
  16. Mohon untuk dibuat rata kanan-kiri. Penggunaan tanda baca dan huruf kapital mohon diperhatikan kembali. Dibaca dari awal ya.
  17. Alex_Maxmilliano Alex Maxmilliano lahir pada 12 Desember 2000 dan tumbuh sebagai seseorang yang sejak kecil tidak pernah merasa nyaman mengikuti jalan yang ditentukan oleh orang lain. Ia sering mempertanyakan aturan, kebiasaan, dan berbagai tuntutan yang menurutnya tidak memiliki alasan yang jelas. Alex tidak suka menjadi seseorang yang hanya mengikuti perintah tanpa memahami tujuan di baliknya. Seiring bertambahnya usia, rasa kecewa terhadap lingkungan di sekitarnya semakin kuat. Ia mulai menghabiskan lebih banyak waktu di jalanan dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki pandangan serupa terhadap kehidupan. Dari lingkungan tersebut, Alex mulai mengenal dunia punk. Musik, cara berpakaian, sikap bebas, serta penolakan terhadap tekanan sosial membuatnya merasa menemukan tempat yang dapat menerimanya. Lambat laun, penampilan Alex berubah. Ia mulai mengenakan pakaian lusuh, jaket kulit, berbagai aksesori, serta menunjukkan sikap yang lebih keras dan berani. Namun, di balik penampilannya yang kasar, terdapat seseorang yang sebenarnya sedang berusaha memahami dirinya sendiri dan mencari tempat di dunia yang selama ini membuatnya merasa tidak diterima. Dalam kehidupan Alex, hanya ada satu orang yang benar-benar ia anggap sebagai keluarga, yaitu saudara satu-satunya bernama Alix Maxmilliano. Bagi Alex, Alix bukan sekadar seseorang yang memiliki hubungan darah, tetapi satu-satunya tempat yang membuatnya merasa masih memiliki keluarga. Banyak hal dalam hidup telah membuat Alex kehilangan kepercayaan terhadap orang lain, tetapi hubungan mereka tetap menjadi sesuatu yang sangat ia jaga. Alex mungkin tidak selalu mampu menunjukkan kasih sayangnya melalui kata-kata, tetapi ia memiliki rasa peduli yang sangat besar terhadap Alix. Ia akan melakukan apa pun yang menurutnya diperlukan untuk melindungi saudaranya dari masalah atau bahaya. Bahkan ketika kehidupannya semakin jauh dari lingkungan keluarga dan dipenuhi konflik, Alix tetap menjadi alasan bagi Alex untuk pulang. Alex tidak ingin Alix melihat dirinya sebagai seseorang yang sepenuhnya gagal dalam menjalani hidup. Karena itu, meskipun ia sering bersikap keras kepada orang lain, Alex berusaha menahan dirinya ketika berhadapan dengan Alix, satu-satunya anggota keluarga yang benar-benar ia miliki. Keterlibatan Alex dalam lingkungan punk secara perlahan memengaruhi cara ia menjalani kehidupan. Ia menjadi lebih mudah tersulut emosi ketika berhadapan dengan orang yang dianggapnya suka mengatur atau bersikap tidak jujur. Perdebatan kecil terkadang berubah menjadi konflik karena Alex kesulitan mengendalikan amarahnya. Ia mulai dikenal sebagai seseorang yang tidak takut melawan aturan dan sering menolak otoritas yang dianggapnya tidak adil. Kehidupannya pun menjadi semakin tidak teratur. Alex sering menghabiskan malam bersama teman-teman punk, menghadiri pertunjukan musik bawah tanah, serta menghabiskan waktu di berbagai tempat yang jauh dari lingkungan yang dianggapnya membatasi kebebasan. Bagi sebagian orang, Alex hanyalah seorang pembuat masalah. Namun, Alex memiliki pandangan yang berbeda mengenai dirinya sendiri. Ia melihat dunia sebagai tempat yang penuh kepura-puraan, di mana banyak orang bersikap baik hanya untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Rasa tidak percaya tersebut membuatnya semakin sulit membuka diri dan menerima nasihat. Sifat keras kepala yang dimilikinya juga membuat Alex semakin terbiasa menghadapi kehidupan dengan caranya sendiri. Meskipun menjalani kehidupan yang penuh pemberontakan, Alex bukanlah seseorang yang sama sekali tidak memiliki prinsip. Ia memiliki rasa loyalitas yang tinggi terhadap orang-orang yang telah mendapatkan kepercayaannya, terutama terhadap Alix. Alex mungkin terlihat kasar, sulit ditebak, dan terkadang terlalu emosional, tetapi ia tidak mudah meninggalkan seseorang yang benar-benar berarti baginya. Ia juga memiliki jiwa mandiri yang kuat dan tidak ingin orang lain menentukan siapa dirinya. Kelemahan terbesar Alex adalah kemarahannya yang sering memengaruhi cara berpikir dan mengambil keputusan. Ketika menghadapi masalah, ia terkadang memilih konfrontasi daripada mencari jalan keluar dengan tenang karena hal tersebut membuatnya merasa lebih kuat dan tidak mudah dimanfaatkan. Bagi Alex, kehidupan sebagai anak punk bukan sekadar gaya berpakaian atau jenis musik yang ia sukai. Semua itu telah menjadi bagian dari cara dirinya mengekspresikan kekecewaan, kebebasan, dan penolakannya terhadap kehidupan yang menurutnya terlalu banyak aturan. Di balik semua pemberontakan tersebut, masih ada satu hal yang membuat Alex tetap peduli terhadap kehidupan, yaitu Alix. Selama Alix masih berada di sisinya, Alex merasa bahwa dirinya belum benar-benar kehilangan keluarga. Alex Maxmilliano terus menjalani hidup di antara pemberontakan dan pencarian jati diri, sambil menghadapi berbagai konsekuensi dari keputusan yang telah dibuatnya. Ia tidak menganggap dirinya sebagai pahlawan ataupun penjahat. Menurutnya, ia hanyalah seseorang yang memilih jalan yang berbeda setelah lelah berpura-pura menjadi orang yang sebenarnya bukan dirinya. Questions Character Story Pertama: Ya Durasi bermain di JG:RP: Kurang dari 1 bulan URL Namechange: Account UCP yang saya miliki: Tidak ada Account Forum yang saya miliki: Saya Relly Rivaldo selaku pemilik account UCP EllsMambu bersedia jika Character saya yang disebut di atas (Alex_Maxmilliano) dibanned permanent jika character story yang saya buat di atas berupa plagiat dari story milik orang lain.
  18. Employee Name: Azzurra Brillantes Activity Description: Melakukan pengisian baju yang mulai menipis Screenshot:
  1. Load more activity
×
×
  • Create New...