Jump to content
Raihan12345

Plata O Plomo

Recommended Posts

Plata-O-Plomo ?

Directed by : Raihan / TheTahu2

 

Pics-Art-12-10-02-11-44.png

 

 

 

Synopsis :

  Ruslan Plantegenet adalah seorang mantan pengemudi dan sekaligus buruh angkut yang bekerja diladang, kerja keras dia selama ini selalu merasa kurang baginya dan ingin meningkatkan nilai pendapatan yang ia dapatkan setiap harinya. Saat ia bertemu dengan salah satu teman nya, ia diberikan suatu pekerjaan yang membawanya ke sebuah organisasi besar di Los Santos yang sangat gelap dan tidak diketahui.

 

Spoiler

Thread ini dalam penulisan, setiap jalan cerita yang kami tulis akan dirangkum dalam bentuk film dan akan d okitayangkan setiap minggu nya. Jadi jangan lupa follow ya untuk melihat setiap season nya!

 

Update 08 Desember 2019

  • Perubahan judul dan Isi
  • Penambahan cerita

Update 09 Desember 2019

  • Penambahan Intro
  • Penambahan Cover

 

Official Intro :

 

 

 

 

 

 

 

  • Top 3
  • Thanks 1

Share this post


Link to post
Share on other sites

Mantap bro, di tunggu video atau fotonya.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Chapter 1  : " High Risk, High Return"

sa-mp-034.png

 

   Ruslan "Rust" Plantegenet, seorang mantan pecundang yang selalu terbully dalam kehidupan remaja nya setiap hari disekolah, telah tumbuh sebagai dewasa yang kuat berkat bertemu The Santander. Pada awalnya, Rust hanyalah seorang supir yang biasa mengangkut hasil panen seorang petani dari desa menuju ke tempat pengangkutan yang berada di pelabuhan untuk di export keluar negeri. Memiliki gaya hidup yang tinggi membuat Ruslan selalu mati dan larut dalam ego nya sendiri, Ruslan pernah membeli rokok elektrik yang mahal hanya untuk dipamerkan di sosial media. Pada suatu hari, Ruslan tergiur akan sebuah motor harley yang ia lihat dalam sebuah tayangan tv membuatnya ingin membeli motor tersebut untuk dipamerkan kepada teman-teman nya di Sosial media. Dikarenakan minimnya uang yang dimiliki Ruslan, terpaksa ia harus berhutang kepada teman nya yang seorang Gangster.

 

   Sebut saja Mario, adalah gangster yang berusia remaja namun dibalik usia nya yang terlihat belum matang ternyata Mario adalah seorang pebisnis yang handal terlihat ia selalu mampu mengatur keuangan nya walapun umur dia masih sangat kecil, suatu hari datanglah Ruslan kepada Mario untuk meminjam beberapa uang. Namun Mario yang kala itu tidak dapat memberikan uang, akhirnya ia memilih untuk memperkejakan Ruslan sebagai kurir narkoba untuk mensuplai kebutuhan gang nya dengan imbalan Ruslan diberikan sebuah iming-iming uang yang nilai nya dapat menyicil sebuah Harley Davidson. Dalam fase penyelundupan, Ruslan mengendarai mobil pickup nya untuk bekerja sehari-hari sebagai penyelundup. Ruslan selalu menyelipkan hasil panen petani dengan beberapa gram narkotika, hal tersebut membuat Ruslan sulit di deteksi oleh pihak kepolisian. Merasa kebutuhanya mulai tercukupi dan terbantu oleh Mario, Ruslan memberikan ucapan terima kasih kepada Mario. Mario seketika memberikan secari kertas yang berisikan informasi terkait "Penyelundupan yang lebih besar" tanpa berpikir panjang Ruslan menerima kertas tersebut lalu membacanya, kertas tersebut mengarahkan Ruslan kepada sebuah lokasi dan nomor telpon.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Ajib

Share this post


Link to post
Share on other sites

ajibgileee

Share this post


Link to post
Share on other sites

Mantul

Share this post


Link to post
Share on other sites

Dt2hcmY.png

  Pada suatu malam yang dingin, Ruslan mendapatkan kabar dari temannya Mario untuk melakukan perintah yang diberikan oleh bos nya. Mario telah memberikan secarik kertas yang berisikan kontak sebuah nomor dan ia menjanjikan pekerjaan yang lebih besar untuk Ruslan kerjakan. Tanpa berfikir panjang, Ruslan langsung bergegas pergi dari tempat itu dan memulai mencari telepon umum untuk menghubungi nomor tersebut. Dengan mobil tua pemberian ayahnya yang telah meninggal, Ruslan pergi dengan perasaan begitu yakin bahwa dia dapat merubah nasibnya.

 

*Bunyi numpad yang keras*

*Terdengan bunyi nomor tersambung*

Ruslan menyapa telepon tersebut dengan ramah, "Halo, selamat malam saya dengan Ruslan. Saya mendapatkan pesan untuk menghubungi nomor ini." Seketika telepon tersebut terputus dan membuat Ruslan merasa kesal, merasa ditipu oleh teman nya sendiri Ruslan akhirnya menyimpan amarah kepada Mario. Ruslan lalu pergi meninggalkan mesin telepon tersebut.

 

  Ruslan yang merasa depresi karena banyak hutang dalam hidupnya, membuatnya harus memutar otaknya 360 derajat bagaimana cara dia untuk mempertahankan hidupnya. Ruslan memilih untuk mengakhiri hidupnya karena merasa tidak sanggup untuk menjalani hidupnya lagi, Ruslan pulang kerumah ayahnya untuk mengakhiri hidupnya yang sangat menyedihkan dengan cara mengantungkan diri. Sebelum membunuh dirinya, ia menulis disecarik kertas yang bertuliskan pesan selamat tinggal bagi siapa saja yang memasuki rumah nya. Ruslan mempersiapkan tali tambang dan memulai mengantungnya diatas pintu, lalu berdiri menggunakan kursi udan memasukan kepala nya kedalam sana, menarik nafas yang dalam dan menutup mata nya dalam hati ia berkata "Selamat tinggal, dunia".

 

*Ketukan pintu begitu keras dan suara dari luar pintu mendatangi telinga Ruslan*

 

 

 

Share this post


Link to post
Share on other sites

 

*Mendengar suara ketukan pintu yang begitu keras*

*Menuju kearah pintu dengan keadaan kesan*

Dalam hati Ruslan sangat kesal karena ada hal yang menginterupsi hal nya saat ingin melakukan bunuh diri. Dengan wajah yang begitu muram, Ruslan menuju kearah pintu dan mencoba membuka nya. Terlihat orang tersebut sangat rapih dari atas sampai bawah, menggunakan jam tangan mewah merk Richard Mille dan tersenyum kepada Ruslan, mata Ruslan tidak dapat berhenti menatap sosok asing tersebut. Ruslan yang merasa kaget tersebut akhirnya bertanya-tanya dalam kepala nya, siapakah gerangan tersebut. Ruslan akhirnya memberikan tangan nya lalu mengajak nya masuk kedalam untuk mengobrol santai dengan pemuda tersebut.

 

"Ya, apakah yang bisa saya bantu ?" sahut Ruslan sambil menatap serious orang tersebut.

"Kamu Ruslan kan ? kemarin kamu menghubungi sebuah nomor untuk  dihubungi." Balas orang asing tersebut sembari membakar rokok nya.

"Iya, apa yang bisa saya bantu untuk menjalankan perintah tersebut ?" Ruslan membenarkan posisi duduknya yang semula kaku menjadi sedikit santai.

"Saya ingin kamu melakukan suatu pekerjaan untuk kami." Orang tersebut menghembuskan asap rokoknya, lalu meletakan sebuah kertas ke meja.

"Antarkan barang ini, dari titik ini menuju ke alamat ini. Setibanya kamu sampai dilokasi tersebut, kamu akan tahu harus apa selanjutnya." Sambung orang tersebu sembari meninggalkan ruangan.

 

Ruslan lalu mengambil kertas tersebut dan membacanya secara perlahan, terlihat beberapa titik dalam peta yang harus diantarkan Ruslan. Sebelum mengerjakan, sebelum mencari tahu titik tersebut Ruslan membuat sebuah sarapan pagi berupa roti telurr dadar. Ruslan memadamkan semua lampu rumahnya sebelum meninggalkanya, bergegas menuju garasi dan mencoba menghidupkan Sadler tua nya.

 

1.png

Share this post


Link to post
Share on other sites

Di tunggu bang videonya yang akan di release

Share this post


Link to post
Share on other sites

    Mengendarai mobil Sadler tua nya secara perlahan, mencari beberapa titik di kota Los Santos yang sangat luas membuat Ruslan berhati-hati karena dia masih tidak percaya, bagaikan mimpi disiang bolong ia mendapatkan pekerjaan dari orang asing dan langsung mempercayai nya secara mentah-mentah. Hal ini sepertinya tidak digubris oleh Ruslan. Ruslan berhenti sejenak disebuah kedai kopi, membeli secangkir kopi hitam dari Afrika dan menenangkan sejenak pikiran nya yang mulai lelah mencari sebuah alamat di kota yang besar.

 

 Ruslan membuka peta tersebut di kedai kopi nya, sembari mencari alamat ia teringat akan beberapa hal yang membuatnya harus berpikir ulang tentang keselamatan nya. Ya, Ruslan terus gelisah akan keselamatan nya yang terus menghantui nya karena asal menerima pekerjaan dari orang asing. Tak lama, datanglah barista mengantarkan kopi pesananya. Sembari menulis beberapa nama jalan, Ruslan menengak setiap kehangatan kopi Afrika tersebut. Ruslan bagaikan terlahir kembali setelah menengak kopi Afrika tersebut, energi dan semangatnya terbakar mengingat ia adalah seorang yang memiliki standarisasi yang tinggi.

 

Pergi meninggalkan kedai kopi, Ruslan tetap dalam keadaan hati-hati mencari lokasi tersebut kesetiap titik tetapi Ruslan tidak berani bertanya oleh seseorang karena ia sangat paranoid akan hal tersebut, bermodalkan nekat dan kepercayaan Ruslan memberanikan diri untuk mengendarai Sadler nya kesetiap titik tanpa harus berfikir akan keselamatan diri nya. Sampailah Ruslan kesuatu gerbang yang sangat tinggi, terlihat area tersebut sangat dijaga ketat oleh keamanan setempat. Dengan pelan, Ruslan menancapkan gas nya mendekat area tersebut lalu membuka kaca mobil nya secara perlahan.

 

"Selamat malam, ada yang bisa saya bantu ?" sapa petugas tersebut kepada Ruslan.

"Malam, saya ingin menuju ke dermaga 05. Saya ingin mengangkat dan membawa paket." balas Ruslan  terhadap petugas tersebut.

"Bisa saya check kartu identitas anda ?" Jawab petugas tersebut sembari menatap mata Ruslan.

Merasa kebingungan, Ruslan mengambil peta tersebut lalu mencari-cari sebuah nama untuk diucapkan, saat ia membalik kertas tersebut ia membaca sebuah kalimat yang berbunyi Devil's never sleep.

Lantas, ekspresi petugas tersebut kaget lalu membiarkan Ruslan masuk kedalam.

Share this post


Link to post
Share on other sites

3.png

  Setelah melewati pemeriksaan oleh petugas keamanan, Ruslan mulai memasuki kawasan pelabuhan yang biasa memberikan import dan export dari berbagai negara di benua Amerika. Ruslan yang sangat tidak tahu apa-apa mencari satu persatu gudang berapa yang memuat barang permintaan tersebut. Seketika handphone Ruslan bergetar, ia memalingkan pandangan nya ke handphone. Ia menerima sebuah pesan tidak bernama, saat dibuka ternyata isinya adalah sebuah nomor gudang yang harus ia masuki beserta sebuah kata sandi yang harus ia sampaikan kepada seorang petugas penjaga gudang tersebut.


*Terdengar suara rolling door terbuka*

Ruslan memarkirkan Sadler nya, dia dihadapkan oleh seorang petugas yang berkepala cepak dan bebadan tegap menghentikan jalan nya saat ia ingin mencari-cari sesuatu.

Terlihat sangat tidak ramah, sang sekuriti tersebut hanya mengangukan kepala kepada Ruslan bak seorang yang bisu. Ruslan lalu menyebut sandi yang tertulis di SMS tersebut. Seketika, sekuriti tersebut memberikan gestur tangan seolah menyuruh Ruslan untuk mengikuti nya.

 

Ruslan mengikuti sekuriti tersebut kesebuah rak penyimpanan yang terletak di ujung gudang, tempat tersebut sangat gelap seperti tidak berpenghuni. Sekuriti membuka plastik yang menyelimuti paket tersebut, memberikan paket tersebut kepada Ruslan. Tampak kebingungan, Ruslan pun bertanya kepada sekuriti tersebut barang apa yang sedang ia bawa. Sekuriti terseut menjawab, bahwa barang yang ia pegang sangat berbahaya dan pemilik dari barang tersebut adalah orang yang sangat berkuasa, sekuriti tersebut berpesan agar selalu hati-hati karena bisa saja ia ada yang membuntuti.

 

Ruslan langsung bergegas kearah Sadler nya, meletak barang tersebut dibawah kursi mobil nya supaya tidak dicurigai oleh orang lain. Setelah meninggalkan daerah pelabuhan tersebut, Ruslan lalu mencari-cari letak map nya. Ia, lupa ternyata peta tersebut ia duduki saat setelah membaca sebuah sandi yang tertulis dibalik peta tersebut. Ruslan lalu mengambil telepon gengamnya, mencoba menghubungi orang asing tersebut yang nomornya ia dapatkan dari Mario sahabatnya. Ruslan mulai merasa cemas karena nomor yang ia hubungi tidak kunjung terangkat, ia mulai berfikir aneh-aneh dan mengira ia sedang dijebak oleh agen narkotika. Ruslan lalu melajukan Sadlernya kencang sekali kearah Rumah nya.

 

Share this post


Link to post
Share on other sites
Guest
This topic is now closed to further replies.

×
×
  • Create New...